Usung Pendekatan Human to Human, Bakti BCA Angkat Potensi Perajin Lokal dan Disabilitas

BCA Expoversary 2026/IG

Di tengah kemeriahan BCA Expoversary 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, sebuah pemandangan berbeda tersaji di area Bakti BCA. Di antara deretan penawaran properti dan otomotif, terdapat stan yang memamerkan kekayaan wastra dan kisah inspiratif pemberdayaan manusia.

Salah satu yang paling mencolok adalah stan Kampung Batik Gemah Sumilir. Di sana, kain-kain batik tulis dengan pewarnaan alami terpajang rapi, dijaga oleh para perajin yang mengenakan udeng khas. Komunitas perajin asal Pekalongan ini merupakan salah satu desa wisata binaan Bakti BCA yang telah berhasil naik kelas.

Ketua Komunitas Kampung Batik Gemah Sumilir, Amin Maizun, menceritakan perjalanan panjang kelompoknya. Berdiri sejak 2010, komunitas ini sempat mengalami masa stagnan akibat keterbatasan pengetahuan manajerial. Namun, titik balik terjadi pada 2016 ketika mereka resmi menjadi desa binaan Bakti BCA.

Menurut Amin, pendampingan yang diberikan membuka akses pasar yang jauh lebih luas, mulai dari pameran nasional hingga mancanegara. Tak hanya soal ekonomi, kemitraan ini juga mendorong inovasi ramah lingkungan melalui penggunaan pewarna alam untuk mengurangi limbah cair batik, sekaligus melestarikan tradisi leluhur.

Bagi Amin, batik bukan sekadar komoditas, melainkan media edukasi karakter dan budaya. Kini, mereka bahkan mengembangkan paket wisata edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum untuk menjamin regenerasi perajin di masa depan.

Inklusivitas Melalui Pemberdayaan Individu

Semangat pemberdayaan Bakti BCA tidak berhenti pada komunitas budaya, tetapi juga menyentuh individu dengan kebutuhan khusus. Hal ini terlihat dari kehadiran Muhammad Ginto, seorang seniman tata rias (make-up artist/MUA) Tuli yang melayani pengunjung di booth nail art.

Bergabung dengan program pembinaan MUA Tuli Bakti BCA sejak 2024, Ginto mendapatkan pelatihan intensif mulai dari tata rias wajah, penataan rambut, hingga seni menghias kuku. Keterampilan baru ini memberinya kepercayaan diri untuk tampil di ajang besar seperti BCA Expoversary 2026. Melalui bahasa isyarat, Ginto mengungkapkan rasa bangganya bisa mandiri dan memiliki sertifikasi profesi, serta bermimpi untuk membuka usaha sendiri di masa depan.

Pendekatan Human to Human

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa kisah Kampung Batik Gemah Sumilir dan Muhammad Ginto adalah manifestasi dari filosofi pemberdayaan perusahaan. Program Bakti BCA dirancang bukan sebagai bantuan instan, melainkan pendampingan jangka panjang dengan pendekatan human to human.

Hera menegaskan bahwa fokus utama program adalah membangun kapasitas manusianya terlebih dahulu. Ketika individu berdaya, mereka akan memperkuat komunitas, yang pada akhirnya menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Pendampingan rata-rata dilakukan selama tiga tahun untuk memastikan kemandirian mitra.

Saat ini, Bakti BCA memfokuskan pilar CSR-nya pada lima sektor utama: kesehatan, pendidikan, budaya, lingkungan, serta UMKM dan Desa Bakti BCA. Hingga kini, terdapat 27 desa wisata binaan yang terus didorong untuk mendapatkan sertifikasi halal dan menembus pasar ekspor melalui program UMKM GoExport.

Apresiasi Pemerintah

Upaya BCA dalam menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian budaya dan lingkungan mendapat apresiasi dari pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, yang hadir di lokasi pada Jumat (6/2/2026), menilai langkah ini sebagai sinergi positif antara sektor swasta dan masyarakat.

Menurut Ni Luh Puspa, model pemberdayaan ini membuktikan bahwa keuntungan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan budaya.

Sebagai informasi, BCA Expoversary 2026 digelar secara hibrida. Selain acara luring di ICE BSD dan delapan kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, hingga Medan, masyarakat juga dapat mengakses pameran secara daring melalui situs resmi expo.bca.co.id hingga 31 Maret 2026.