Generasi.co – Tentara Israel kini mengalami hari yang paling mematikan dalam operasi darat melawan Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan.
Ada enam tentara Israel tewas dalam pertempuran melawan para petempur Hizbullah di dekat perbatasan kedua negara.
Militer Israel dalam pernyataannya dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (14/11/2024), menyebut enam tentaranya itu “gugur dalam pertempuran di Lebanon bagian selatan”.
Berarti dengan kematian keenam tentara itu, ditotal sedikitnya 47 tentara Israel tewas dalam pertempuran melawan Hizbullah sejak 30 September lalu, sejak Tel aviv mengirimkan pasukan darat ke Lebanon bagian selatan.
Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, dalam postingan media sosial X, membagikan gambar simbol Brigade “Golani” — unit yang menaungi tentara-tentara yang tewas, dengan disertai emoji patah hati, dilansir redaksi Generasi.co, Kamis (14/11/2024).
Satu tentara lainnya, menurut pernyataan militer Israel, mengalami luka parah setelah pasukan Tel Aviv menyerbu sebuah gedung yang mereka bom sebelumnya dan mengira gedung itu kosong.
Saat memasuki gedung, pasukan Israel itu langsung disergap oleh para petempur Hizbullah.
Kelompok Hizbullah dalam pernyataannya pada Selasa (12/11) mengklaim pasukannya telah menewaskan sedikitnya 100 tentara Israel sejak operasi darat dilancarkan ke Lebanon bulan lalu.
Hizbullah juga mengklaim telah melukai sedikitnya 1.000 tentara Israel lainnya.
Kelompok Hizbullah, yang didukung Iran ini, belum merilis jumlah atau informasi detail soal para petempurnya yang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Israel.
Namun diperkirakan lebih dari 1.000 petempur Hizbullah telah tewas.
Serangan lintas perbatasan pecah antara Israel dan Hizbullah sejak Oktober tahun lalu, usai perang berkecamuk di Jalur Gaza.
Hizbullah menyebut serangan roketnya terhadap Tel Aviv sebagai bentuk solidaritas untuk Hamas dan Gaza.
Pertempuran antara Israel dan Hizbullah semakin meningkat sejak akhir September lalu, dengan serangan udara semakin intensif ditambah operasi darat terhadap target Hizbullah di Lebanon bagian selatan.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (AS), Brett Holmgren, mengatakan pada Selasa (12/11), Washington menilai kemampuan Hizbullah telah dilemahkan secara signifikan oleh rentetan serangan Israel.
Namun Holmgren menyebut pasukan darat Hizbullah di sepanjang perbatasan dengan Israel sebagian besar masih utuh. Dia juga menyebut Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di luar negeri.
“(Hizbullah) Masih terpuruk, tapi masih jauh dari akhir,” ucapnya. (BAS/Red)










