Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono angkat bicara merespons maraknya isu miring dan kabar bohong (hoaks) yang menyudutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai narasi negatif tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang menutup mata terhadap fakta pembangunan.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Wamentan menegaskan bahwa langkah apa pun yang diambil Kepala Negara kerap dipelintir informasinya demi menciptakan kegaduhan.
“Gak perlu heran kalau masih ada saja segelintir orang yang sibuk memproduksi kabar bohong dan fitnah murahan. Mereka yang sudah terlanjur dikuasai dendam biasanya memang menutup mata dari fakta,” ujar Wamentan dikutip Kamis (12/2).
Beberkan Bukti Nyata: Dari Papua hingga Palestina
Wamentan lantas membeberkan sejumlah bukti kinerja konkret pemerintah yang tidak bisa dibantah oleh argumen apa pun. Di kancah internasional, komitmen Indonesia terhadap Palestina tetap teguh dengan pengiriman bantuan 10 ribu ton beras dan pemberian beasiswa.
Sementara di dalam negeri, pembangunan infrastruktur terus dikebut tanpa drama.
“Pembangunan 2.200 rumah di Papua serta aliran listrik ke 10 ribu desa tetap tuntas tanpa banyak drama. Narasi hoaks manapun tidak akan pernah bisa menghapus fisik bangunan yang sudah berdiri,” tegasnya.
Tepis Isu Pengkhianatan Palestina
Terkait strategi diplomasi two-state solution (solusi dua negara), Wamentan membantah keras tuduhan pengkhianatan yang dialamatkan kepada pemerintah. Ia menyebut langkah tersebut adalah upaya paling rasional untuk menghentikan pertumpahan darah.
Ia kembali menegaskan posisi Indonesia yang tidak berubah sedikit pun terkait pengakuan terhadap Israel.
“Indonesia tetap pada pendiriannya: Israel baru bisa diakui kalau Palestina sudah merdeka seutuhnya dan berdaulat penuh,” jelas Wamentan.
Menutup pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan pikiran dikotori oleh disinformasi yang memecah belah bangsa.
“Kita tetap fokus maju, karena sejarah hanya mencatat siapa yang benar-benar berbuat, bukan siapa yang cuma pintar mencerca,” pungkasnya.








