Gabung Pasukan ISF Bentukan Trump, RI Siap Kirim 8.000 Tentara ke Gaza

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi/IG

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan estimasi kekuatan pasukan perdamaian yang akan dikirim Indonesia ke Jalur Gaza, Palestina. Ia menyebut angka sekitar 8.000 personel siap diterjunkan sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Misi ini merupakan bagian dari skema Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di wilayah tersebut.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu,” ujar Prasetyo saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Tunggu Kesepakatan Internasional

Prasetyo menjelaskan bahwa total pasukan gabungan ISF dari berbagai negara diperkirakan mencapai 20 ribu personel. Namun, ia menegaskan bahwa pengiriman ini masih dalam tahap persiapan sembari menunggu tercapainya kesepakatan internasional yang mengikat.

Terkait lokasi spesifik penempatan pasukan, termasuk rumor penugasan di wilayah Rafah, pemerintah belum menetapkan titik pasti. Fokus saat ini adalah mematangkan kesiapan personel dan skema operasi.

“Kita baru mempersiapkan diri aja kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan,” tegasnya.

Komitmen untuk Palestina

Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi ISF adalah wujud nyata komitmen bangsa dalam mendukung kemerdekaan dan perdamaian di Palestina, baik melalui jalur diplomasi politik maupun aksi kemanusiaan di lapangan.