Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons langsung curahan hati Bupati Aceh Utara, Ismail Jalil, terkait belum adanya kunjungan Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Aceh Utara pascabencana banjir dan longsor pada November lalu.
Respons tersebut disampaikan Dasco saat memimpin rapat koordinasi bersama para menteri dan kepala daerah yang digelar di Banda Aceh, Selasa (30/12). Dalam rapat itu, Dasco memastikan DPR telah mengupayakan kehadiran Presiden ke Aceh Utara.
“Lagi kita undang,” ujar Dasco singkat menanggapi pernyataan Ismail.
Sebelumnya, dalam forum tersebut, Bupati Aceh Utara Ismail Jalil menyampaikan keluhannya mengenai kondisi daerahnya yang dinilai luput dari perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran telah berkunjung ke sejumlah daerah lain di Aceh, namun belum pernah datang ke Aceh Utara.
“Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah. Dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden. Tapi di Aceh Utara kayaknya [Prabowo belum pernah datang], kayak mana saya rasa, apa tidak tahu ada banjir?” ujar Ismail.
Ismail kemudian memaparkan dampak bencana banjir dan longsor yang disebutnya sangat parah. Dari total 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir dengan sebaran mencapai 852 desa dan 696 kampung.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 124 ribu kepala keluarga atau sekitar 433 ribu jiwa terdampak. Hingga saat ini, jumlah pengungsi masih tercatat sebanyak 19 ribu kepala keluarga atau 67.876 jiwa.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 213 orang. Enam orang masih dinyatakan hilang, sementara sekitar 6.000 warga lainnya mengalami luka-luka.
Ismail juga menyinggung minimnya eksposur kondisi Aceh Utara akibat lumpuhnya jaringan komunikasi. Menurutnya, banyak wilayah terdampak tidak memiliki sinyal selular sehingga situasi di lapangan tidak banyak diketahui publik.
“Karena di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada. Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati,” kata Ismail.
Lebih lanjut, Ismail menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat Aceh Utara yang hingga kini belum terpenuhi. Ia menyebut masih banyak wilayah yang kekurangan listrik, jaringan selular, gas LPG, kompor, obat-obatan, serta air bersih.
Selain itu, pemerintah daerah juga membutuhkan kapal boat untuk mengantar logistik ke kawasan-kawasan yang masih terisolasi, seperti di Serah Raja dan Dusun Selemah, serta alat berat untuk penanganan pascabencana.
Ismail berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat dapat segera diwujudkan secara konkret, seiring dengan pernyataan Dasco yang menyebut DPR telah mengundang Presiden untuk meninjau langsung kondisi Aceh Utara.










