Mendag RI Budi Santoso Dampingi Prabowo Subianto Hadiri AELW 2024 di Peru

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Wikipedia)
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Wikipedia)

Generasi.co, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengaku siap menghadiri rangkaian acara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Economic Leaders’ Week (AELW) 2024, di Peru, Amerika Selatan.

Pasalnya, Budi Santor turut akan mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam gelaran AELW 2024 tersebut.

Budi Santoso akan menghadiri rangkaian pertemuan AELW 2024, yang di antaranya Pertemuan Menteri APEC 2024, di Lima, Peru, pada 14 November 2024.

Redaksi Generasi.co mengutip Press Release Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Budi Santoro mengatakan pertemuan ini (AELW) 2024, Indonesia berkomitmen memberikan dukungan terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Sekaligus mendorong APEC memperkuat sistem perdagangan multilateral, serta mengikuti pembahasan agenda Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (Free Trade Area of The Asia Pasifik/FTAAP).

“Yakni dengan mengatasi perbedaan masing-masing anggota Ekonomi APEC” ujar Budi pada press realease Kemendag RI.

Tema dan Prioritas APEC Peru 2024 adalah “Empower, Include, Grow”.

Hal itu meliputi Perdagangan dan Investasi untuk Pertumbuhan Inklusif dan Saling Terkoneksi, Inovasi dan Digitalisasi untuk Mendorong Transisi Menuju Ekonomi Formal dan Global, serta Pertumbuhan Berkelanjutan untuk Pembangunan Tangguh.

Selain menghadiri rangkaian pertemuan AELW 2024, Budi juga dijadwalkan bertemu sejumlah menteri dari negara-negara mitra dagang, di antaranya Korea Selatan, Kanada, Hongkong-Tiongkok, Singapura, Australia, dan Selandia Baru.

Budi juga diagendakan mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto pada sejumlah pertemuan bilateral kepala negara.

APEC merupakan forum kerja sama regional 21 ekonomi di lingkar Samudera Pasifik.

Kegiatan utama APEC meliputi kerjasama perdagangan, investasi, serta kerjasama ekonomi lainnya termasuk program peningkatan kapasitas, untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia Pasifik.

Secara umum, diskusi APEC membahas upaya fasilitasi perdagangan guna mewujudkan perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.

Kerjasama APEC menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat sukarela dan tidak mengikat (non-binding), namun kerap bersifat politis.

Selain Indonesia, ekonomi APEC meliputi negara-negara lain diantaranya:

  • Australia
  • Brunei Darussalam
  • Kanada
  • Chile
  • Tiongkok
  • Hongkong
  • Indonesia
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Malaysia
  • Meksiko
  • Selandia Baru
  • Filipina
  • Peru
  • Papua Nugini
  • Rusia
  • Singapura
  • Taiwan
  • Thailand
  • Amerika Serikat, da
  • Vietnam

Ekonomi APEC tersebut diketahui mencakup 48 persen perdagangan dunia atau senilai USD28 triliun.

Ekonomi APEC juga mencakup 62 persen produk domestik bruto (PDB) dunia atau senilai USD59 triliun dengan jumlah penduduk mencapai 38 persen penduduk dunia atau sebesar 2,96 miliar jiwa.

Bagi Indonesia, APECmenjadi organisasi penting untuk memperkuat posisi ekonomi dalam perdagangan dunia.

Pada tahun 2023,total perdagangan Indonesia dengan ekonomi APEC mencapai USD358,62 miliar.

Pada tahun tersebut, ekspor Indonesia ke ekonomi APEC mencapai USD188,72 miliar.

Sedangkan impor Indonesia dari ekonomi APEC tercatat sebesar USD169,89 miliar.

Dengan demikian, Indonesia menikmati surplus perdagangan sebesar USD18,63 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke ekonomi APEC, diantaranya bahan bakar mineral, minyak hewani dan nabati, besi dan baja, mesin elektronik, serta kendaraan.

Sedangkan impor Indonesia dari ekonomi APEC, diantaranya peralatan mekanis mesin, mesin elektronik, besi dan baja, plastik dan barang dari padanya, serta kendaraan. (BAS/kemendag.go.id)