Jakarta — Generasi.co — Kabar duka atas berpulangnya mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, menyisakan kesedihan mendalam bagi Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri. Di mata Megawati, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era pemerintahannya itu bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok prajurit negarawan dan sahabat sejati yang berdedikasi tinggi.
Ucapan Belasungkawa Penuh Haru
Melalui keterangan resminya pada Minggu (31/5/2026), Megawati menyampaikan rasa duka cita yang mendalam untuk keluarga almarhum. Ketua Umum PDI Perjuangan ini mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Megawati.
Kenangan Penanganan Bencana Aceh: Aksi Cepat Batalyon Zeni
Megawati mengenang Ryamizard sebagai pemimpin militer yang tegas, disiplin, namun memiliki hati yang sangat peka terhadap penderitaan rakyat. Salah satu momen paling membekas di benak putri Proklamator RI ini adalah saat bencana besar melanda Aceh.
Kala itu, akses transportasi di Aceh terputus total. Megawati yang meninjau langsung ke lapangan menyadari bahwa masyarakat sangat membutuhkan jembatan darurat. Tanpa birokrasi yang berbelit-belit, koordinasi cepat langsung dilakukan antarpemimpin negara tersebut.
- Kebutuhan Mendesak: Akses logistik masyarakat Aceh lumpuh pascabencana.
- Respons Cepat: Megawati menelepon Ryamizard Ryacudu dari lapangan.
- Eksekusi Lapangan: Ryamizard langsung mengerahkan Batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat (Jembatan Bailey).
- Hasil: Akses transportasi dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat lokal langsung pulih seketika.
Bagi Megawati, kecepatan bertindak tanpa ragu tersebut membuktikan bahwa almarhum adalah patriot sejati yang selalu menaruh keselamatan rakyat di atas segalanya.
Prajurit Negarawan Teguh Prinsip
Lebih lanjut, Megawati mengagumi konsistensi sikap Ryamizard yang tidak pernah berubah, baik saat masih aktif berdinas di militer maupun setelah purnatugas.
“Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara. Sikap hidup dan pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati,” kenang Megawati penuh takzim.
Menutup pesan dukanya, Megawati tidak mampu membendung rasa emosionalnya. Sambil terisak penuh haru, ia melepas kepergian sang jenderal untuk selamanya.
“Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia,” pungkasnya.










