Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi meluncurkan program percontohan (piloting) Gerai Obat Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Langkah strategis ini bertujuan agar koperasi mampu menyediakan akses layanan kesehatan dan obat-obatan murah bagi masyarakat.
Peresmian 10 gerai percontohan ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Abadijaya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (01/01).
Ferry menegaskan ambisinya agar koperasi tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga mampu bersaing dengan sektor swasta maupun BUMN dalam bisnis farmasi.
“Saya meyakini Kopdes Merah Putih bisa bersaing dengan usaha lain, yaitu swasta dan BUMN,” ujar Ferry dalam keterangannya.
Sebar di 10 Titik Strategis
Pada tahap awal, Gerai Obat Koperasi ini akan beroperasi di 10 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Kota Depok, Bintan, Bengkalis, Rokan Hulu, Banyumas, Jember, hingga Lombok Tengah.
Ferry menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan ketat selama tiga bulan pertama untuk menguji model bisnis tersebut sebelum direplikasi secara massal.
“Dalam tiga bulan ke depan, kita akan observasi terkait model bisnis yang akan dikembangkan, dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan obat murah bagi masyarakat,” jelasnya.
Gandeng Indofarma
Untuk memastikan pasokan dan kualitas obat, program ini menggandeng PT Indofarma Tbk selaku BUMN farmasi dan MedQuest Group dari sektor swasta. Fokus utama gerai ini adalah menyediakan obat-obatan bebas atau over the counter (OTC) yang aman, legal, dan terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari warga.
“Kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi produktif antara negara, koperasi, dan dunia usaha,” tegas Ferry.
Keuntungan Kembali ke Anggota
Selain misi sosial menyediakan obat murah, Ferry menekankan bahwa gerai ini harus dikelola secara profesional agar menghasilkan keuntungan ekonomi. Keuntungan tersebut nantinya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).
“Melalui gerai obat koperasi, kita ingin memastikan bahwa masyarakat desa dan kelurahan memperoleh akses obat-obatan yang berkualitas, dengan harga yang wajar, serta dikelola secara profesional,” pungkasnya.










