Generasi.co, Jakarta — Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, besarnya anggaran pendidikan menggambarkan komitmen tinggi Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Tercatat, Rp722 triliun telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk bidang pendidikan yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga.
Namun, meskipun angka tersebut telah memenuhi amanat Undang-Undang Dasar—yakni 20 persen dari total APBN—alokasi tersebut dirasa masih belum cukup oleh Presiden.
“Sekarang Pak Prabowo memikirkan pentingnya perbaikan gizi untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Pak Prabowo akan memberi makan bergizi gratis kepada 82,9 juta anak Indonesia. Inilah investasi besar yang dilakukan Presiden Prabowo untuk kemajuan dunia pendidikan kita,” kata Muzani dalam sambutannya pada Konferensi Pendidikan yang digelar oleh Yayasan Darul Hikam di Bandung, Jumat (29/11/2024).
Menurut Muzani, Presiden Prabowo memiliki kesadaran tinggi untuk memajukan Indonesia melalui investasi besar-besaran di sektor pendidikan demi mewujudkan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi. “Apa artinya? Bahwa kesadaran Presiden Prabowo untuk memperbaiki kualitas pendidikan, memperbaiki SDM orang Indonesia, dan memajukan bangsa kita adalah sebuah komitmen investasi jangka panjang serta bentuk penunaian janji-janji kampanye beliau,” ujar Muzani.
“Inilah komitmen Presiden Prabowo. Beliau memulai untuk memperkuat bangsa kita, memperkuat Indonesia. Berbagai kebijakan telah dibuat oleh Presiden Prabowo—swasembada pangan, makan bergizi gratis, menghapus utang, hingga menaikkan gaji guru. Ini adalah ikhtiar dan komitmen seorang Prabowo untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Ketua MPR sekaligus Sekjen Partai Gerindra ini sangat mengapresiasi langkah Presiden yang menaikkan gaji guru, baik guru PNS maupun swasta (non-PNS). Hal ini juga merupakan bagian dari realisasi janji kampanye Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru di Indonesia.
“Kita harus mengapresiasi pemerintah yang telah menaikkan gaji guru, baik PNS maupun swasta. Ini merupakan suatu perhatian pemerintah Presiden Prabowo untuk kebaikan dan peningkatan kesejahteraan profesi guru. Ini juga sebagai bukti dari janji-janji kampanye yang beliau tunaikan sebagai seorang yang berkomitmen,” jelas Muzani.
“Mudah-mudahan pendidikan kita jauh lebih baik dari saat ini. Ikhtiar Darul Hikam untuk memperbaiki dunia pendidikan kita akan memberikan dorongan serta manfaat bagi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” tutupnya.
Sebagai informasi, Konferensi Pendidikan yang digelar Yayasan Darul Hikam juga dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakil Ketua Komisi X DPR Himmatul Aliyah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, serta Ketua Yayasan Darul Hikam Sodik Mujahid.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana juga mengatakan bahwa keseriusan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia sangatlah kuat. “Itu sebabnya Presiden Prabowo sangat menggebu-gebu dengan program makan bergizi gratis ini, karena ini menyangkut bahaya dari ketidakmampuan kita dalam memanfaatkan bonus demografi,” ujar Dadan.










