Prabowo bertemu Dasco di Istana Negara bahas kondisi negara. Analis nilai pertemuan ini sarat politik pasca-reshuffle dan unjuk rasa nasional.
Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam pertemuan empat mata yang berlangsung di Istana Negara. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas situasi terkini di dalam negeri serta sejumlah agenda strategis pemerintahan.
Informasi mengenai pertemuan itu dibagikan melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Rabu (10/9/2025), dan juga diunggah ulang oleh Dasco melalui akun pribadinya @sufmi_dasco.
Dalam unggahan tersebut, Prabowo dan Dasco terlihat duduk berhadapan di meja panjang berwarna cokelat. Presiden mengenakan pakaian safari khas berwarna krem dengan lengan pendek, sementara Dasco tampil formal dalam balutan kemeja putih dan jas hitam. Ia tampak membawa sejumlah dokumen penting di tangannya, sementara di depan Prabowo terdapat tumpukan kertas dan alat tulis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan pertemuan ini membahas berbagai hal penting.
“Mulai dari perkembangan terkini di Tanah Air, hingga sejumlah program prioritas dan kebijakan pemerintah,” tulis Teddy melalui keterangan resmi akun Sekretariat Kabinet, dikutip pada Kamis (11/9).
Teddy juga menyebutkan Dasco menyampaikan laporan mengenai berbagai keputusan parlemen, termasuk hasil kesepakatan DPR terkait tuntutan demonstrasi yang telah berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Salah satu keputusan penting adalah pemangkasan tunjangan dan fasilitas bagi anggota dewan.
Hingga tadi malam, unggahan mengenai pertemuan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 13 ribu likes dan ratusan komentar dari warganet.
Pengamat: Dasco Jadi Penyangga Politik Prabowo
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai pertemuan antara Prabowo dan Dasco bukan sekadar pertemuan biasa. Ia menilai, Dasco memiliki peran strategis sebagai salah satu tokoh kepercayaan Presiden.
“Kedekatan secara politik dan struktural dengan Presiden Prabowo menjadikan Dasco sebagai buffer power, tokoh yang meredam tekanan terhadap pemerintah,” kata Dedi.
Menurut Dedi, Dasco tidak hanya berfungsi sebagai aktor parlemen, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas politik nasional, terutama saat pemerintah menghadapi dinamika politik yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik.
“Wajar jika banyak yang menilai pertemuan ini sarat politik. Apalagi dilakukan setelah Prabowo melakukan reshuffle,” tambahnya.
(BAS/Red)










