Prabowo Minta Pendidikan Gratis Sekolah Negeri Dipercepat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Generasi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mempercepat penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri dan mematangkan rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang membahas perluasan akses pendidikan gratis.

“Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain sekolah negeri, pemerintah juga mematangkan rencana pendidikan tinggi gratis di PTN, termasuk pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal.

“Dalam 2-4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal,” kata Teddy.

Pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap pendidikan pesantren melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Perpres tersebut mengubah struktur Kementerian Agama dan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren.

Direktorat Jenderal Pesantren dibentuk untuk memperkuat kelembagaan pemerintah dalam menangani urusan pesantren, termasuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Teddy mengatakan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai jalur pendidikan.

“Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap jalur pendidikan mendapat perhatian dan dukungan yang dibutuhkan,” ujarnya.