Generasi.co, Jakarta – Swiss German University (SGU) melalui Fakultas Life Sciences and Technology (FLST) berkolaborasi dengan Future Foods Forum (FFF) dan Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro) sukses menyelenggarakan diskusi publik bertema “Inovasi Teknologi Pangan untuk Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan di Indonesia” di Kampus SGU, The Prominence Tower, Alam Sutera, pada Kamis, 24 Juli 2025.
Acara ini menjadi wujud nyata komitmen SGU dalam mendukung transformasi sistem pangan nasional melalui pengembangan teknologi pangan yang inovatif dan berbasis riset.
Diskusi yang dipandu oleh Dr. Irvan S. Kartawiria, S.T., M.Sc. (Dosen Program Studi S1 Pharmaceutcal Chemical Engineering SGU) ini menghadirkan dua panel utama. Panel pertama membahas inovasi teknologi pangan dalam keselarasan pemenuhan pangan bergizi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan narasumber Della Rahmawati, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kepala Program Studi S1 Food Technology SGU) dan Insan Syafaat (PISAgro). Panel kedua membahas peran inovasi teknologi pangan dalam meningkatkan penghidupan sosial ekonomi pelaku pangan dan pertanian di Indonesia, yang diisi oleh Tjatur Lestijaman (PT Indolakto) dan Arief Tri Cahyana (Pandawa Agri Indonesia).
Acara ini bertujuan menggali strategi pemanfaatan inovasi teknologi pangan untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau, mengurangi kerugian pascapanen, serta menciptakan kesejahteraan bagi petani lokal secara berkelanjutan.
Melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk perlunya penguatan kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas petani untuk mempercepat hilirisasi inovasi pangan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, di antaranya perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Badan Pangan Nasional.
Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi masyarakat sipil seperti World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia), Yayasan Edu Farmers International, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pelaku industri pangan nasional, serta media massa.
“Sebagai kampus berbasis teknologi dan inovasi, SGU berkomitmen memperkuat riset kolaboratif di bidang teknologi pangan. Kami percaya, sinergi akademisi, pemerintah, dan industri adalah kunci mewujudkan sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor SGU.
Melalui kegiatan ini, SGU mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan inovasi teknologi pangan di Indonesia serta membuka ruang kolaborasi riset lebih luas demi terciptanya sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (BAS)










