Sudaryono Sebut Akun Robot Kendalikan Kritik ke Prabowo

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono/BGN

Generasi.co, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut lebih dari 60 persen akun di media sosial bukan berasal dari pengguna asli. Menurut dia, percakapan publik di media sosial kini banyak dipengaruhi robot dan akun palsu.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat membahas kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai ramainya hujatan terhadap Prabowo di media sosial tidak seluruhnya berasal dari masyarakat yang memang memiliki pandangan negatif terhadap pemerintah.

Sudaryono mengatakan masyarakat tetap memiliki hak menggunakan media sosial untuk menyampaikan pendapat, termasuk membuat tulisan, video, dan berbagai konten.

“Jadi misalnya seseorang punya akun di Medsos, kemudian dia ngetik-ngetik, dia nulis, dia bikin video, dia bikin macam-macam, bikin konten dan lain sebagainya. Fine, itu oke,” kata Sudaryono, dikutip Rabu (23/9/2026).

Namun, ia mempersoalkan akun-akun yang menurutnya bukan dijalankan pengguna sebenarnya tetapi mampu memengaruhi topik yang ramai dibicarakan masyarakat.

“Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik yang ingin mereka naikkan,” ujarnya.

Sudaryono kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan kritik terhadap Prabowo. Ia menilai keramaian yang dibentuk akun-akun tersebut dapat membuat pengguna media sosial lain ikut menyampaikan kritik.

“Jadi Pak Prabowo dihujat itu, yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat,” kata Sudaryono.

Ia juga menuding akun robot dan akun palsu tersebut dikendalikan kelompok oligarki dan koruptor. Menurut Sudaryono, kelompok tersebut memiliki kepentingan agar Prabowo tidak terus memimpin Indonesia.

“Dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini,” tandasnya.