BGN Akan Awasi Dapur MBG dengan CCTV dan AI

Kepala BGN Sudaryono/Kementan

Generasi.co, – Badan Gizi Nasional (BGN) mengupayakan seluruh CCTV di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkoneksi dengan kantor pusat untuk memantau operasional dapur hingga kedisiplinan pekerja.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan rekaman CCTV tersebut nantinya akan dipantau dengan bantuan artificial intelligence (AI). Sistem itu digunakan untuk memastikan dapur menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

“BGN sekarang ini sedang mengupayakan, sudah ada paleting di sekian belas dapur, di beberapa titik. Kemudian CCTV di dapurnya Bapak-Ibu semua itu bisa ditarik gambarnya ke kantor pusat,” kata Sudaryono melalui Instagram.

Menurut dia, AI akan digunakan untuk memantau sejumlah aktivitas di dapur, mulai dari penimpaan dan penyimpanan barang, penggunaan sarung tangan oleh pekerja, hingga proses pemotongan bahan makanan.

“Sehingga kita bisa memantau dapur-dapur itu, sesuai SOP atau tidak, kemudian penimpaan barangnya benar atau tidak, disimpan dengan baik atau tidak, orang-orangnya itu kemudian pakai sarung tangan atau tidak, motong-motong kubisnya itu di lantai atau di meja dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan sistem tersebut juga ditujukan untuk memantau waktu memasak, waktu makanan matang, serta orang yang keluar-masuk dapur.

Menurut dia, pengawasan melalui CCTV diperlukan untuk mendeteksi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan sabotase dan orang dari luar yang masuk ke area dapur.

“Orang dari luar itu membawa kuman, membawa bakteri. Kalau tidak kemudian tidak dibatasi, tidak kemudian diatur, orang asal masuk begitu maka makanannya pasti akan terkontaminasi bakteri-bakteri yang dibawa oleh orang yang berasal dari luar,” katanya.

Sudaryono mengakui masih ada pekerja dapur yang belum profesional. Namun, menurut dia, pekerja tersebut masih dapat dilatih selama pengelolaan dapur dilakukan dengan baik.

“Saya memahami memang banyak di antara dapur itu pekerjanya tidak profesional saya paham, hanya tidak profesional tapi bisa dilatih,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya kepedulian dari pemilik dapur, ahli gizi, akuntan, kepala SPPG, hingga chef. Ia juga menyebut chef harus bersertifikat dan berpengalaman.

Sudaryono mengatakan BGN akan melakukan pembenahan tata kelola dan sistem dalam pelaksanaan program MBG.

“Yang harusnya ada kita adakan, yang sekarang ada dan keliru kita perbaiki, dan yang sudah ada dan baik itu kemudian kita teruskan,” katanya.

BGN juga akan lebih sering mengundang para mitra untuk melakukan pembaruan mengenai persoalan dan kebijakan melalui pertemuan daring.

Sudaryono meminta para mitra tetap bekerja sama dalam proses pembenahan tersebut. Menurut dia, BGN dapat menjalankan program MBG hingga sejauh ini karena dukungan para mitra.

“Percayalah bahwa ini harus kita lakukan dalam rangka untuk kita perbaikan ke depan, perbaikan dimulai dari sekarang, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama itu kemudian performa kita bisa prima dalam memberikan MBG ke penerima manfaat dengan baik,” kata Sudaryono.