Bawa Pulang Investasi Rp90 T hingga Gabung ‘Board of Peace’, Ini Deretan ‘Oleh-oleh’ Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss/YT

Presiden Prabowo Subianto resmi menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja (kunker) luar negerinya ke Inggris, Swiss, dan Prancis, dan telah tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu (24/01).

Lawatan maraton tersebut menghasilkan sejumlah ‘oleh-oleh’ strategis bagi Indonesia. Mulai dari komitmen investasi jumbo, kerja sama pendidikan dan konservasi lingkungan, hingga posisi penting Indonesia dalam inisiatif perdamaian dunia.

Berikut adalah rincian lengkap hasil diplomasi Kepala Negara di Benua Biru:

1. Inggris: Investasi Rp 90 T dan 1.582 Kapal Nelayan

Di Inggris, Presiden Prabowo melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Raja Charles III, Perdana Menteri (PM) Keir Starmer, Wakil PM David Lammy, serta kalangan pengusaha dan akademisi.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi highlight:

  1. Komitmen Investasi: Inggris menyepakati investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara Rp 90 triliun.
  2. Sektor Maritim: Penguatan kerja sama strategis di bidang keamanan dan pengelolaan maritim.
  3. Industri Perikanan: Kesepakatan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit langsung di Indonesia.

2. Konservasi Alam: Dari Way Kambas hingga Lahan Pribadi di Aceh

Pertemuan Prabowo dengan Raja Charles III di London, Rabu (21/01), menghasilkan komitmen spesifik terkait lingkungan. Kedua pihak sepakat bekerja sama dalam pemulihan ekosistem di 57 taman nasional di Indonesia.

Kerja sama ini mencakup dukungan konservasi yang sedang berjalan, salah satunya di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang menjadi pusat konservasi gajah Sumatera.

Selain itu, kerja sama juga menyasar kawasan Peusangan, Aceh. Menariknya, kawasan konservasi di Peusangan ini memanfaatkan tanah pribadi milik Presiden Prabowo seluas kurang lebih 90.000 hektar yang telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan.

3. Pendidikan: Gandeng 24 Profesor, Bangun 10 Kampus Baru

Dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/01), Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari universitas terkemuka Inggris seperti University of Oxford, Imperial College London, King’s College London, dan University of Edinburgh.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan ambisi Presiden untuk mendirikan 10 kampus baru di Indonesia yang berafiliasi dengan standar pendidikan Inggris.

“Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” ujar Teddy.

4. Swiss: Pendiri ‘Board of Peace’ dan Misi Gaza

Saat menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Prabowo membawa Indonesia masuk ke dalam lingkaran inti diplomasi perdamaian global. Indonesia resmi menjadi anggota pendiri (founding member) Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Presiden AS, Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam 20 negara pertama yang menandatangani piagam tersebut dari sekitar 60 negara yang diundang.

“Kita itu sebagai founding members. Yang kemarin 20 tanda tangan itu founding members,” tegas Sugiono di Bad Ragaz, Swiss.

Dewan ini dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB 2803 (2025) dengan tujuan mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik, serta mendukung National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Selain agenda politik, di sela-sela WEF, Prabowo juga sempat bertemu dan berdiskusi dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane.

5. Prancis: Makan Malam Privat dengan Macron

Menutup rangkaian lawatannya, Presiden Prabowo memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Jumat (23/01) waktu setempat.

Pertemuan hangat yang berlangsung di ruang Le Salon des Portraits tersebut diisi dengan diskusi mendalam mengenai peluang penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Prancis di berbagai sektor strategis.