Eddy Soeparno Dorong Transformasi BUMN Menjadi Agen Perubahan dan Keadilan Sosial

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menyampaikan sambutan sebagai Ketua Dewan Juri Kehormatan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026/MPR RI

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan, tidak semata-mata mengejar kinerja bisnis.

Pernyataan itu disampaikan Eddy saat memberikan sambutan sebagai Ketua Dewan Juri Kehormatan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026.

Menurut Eddy, ukuran keberhasilan BUMN tidak cukup dilihat dari peningkatan nilai perusahaan, harga saham, dividen kepada negara, maupun pangsa pasar. BUMN juga harus mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Keberhasilan BUMN memang tercermin dari meningkatnya nilai perusahaan, harga saham, dividen kepada negara, maupun pangsa pasar. Namun pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah keberhasilan tersebut juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, mengurangi kesenjangan, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” kata Eddy.

Ia mengatakan transformasi BUMN perlu memasuki tahap berikutnya, yakni menciptakan nilai bagi masyarakat luas (stakeholder value), bukan hanya bagi pemegang saham (shareholder value).

Eddy menilai konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kini telah berkembang menjadi bagian dari strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, bukan lagi sekadar kegiatan filantropi atau bantuan sosial.

“BUMN harus tampil sebagai agent of change sekaligus agent of social justice. Kehadiran BUMN harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan dunia usaha kini menghadapi perubahan paradigma, di mana keputusan investasi semakin dipengaruhi oleh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG), selain indikator keuangan.

“Hari ini investor tidak hanya melihat besarnya earning per share, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola carbon footprint-nya. Kinerja lingkungan kini menjadi faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, daya saing, bahkan keputusan investasi,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar implementasi TJSL terintegrasi dengan strategi ESG perusahaan sehingga mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Program TJSL adalah investasi jangka panjang yang memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, menjaga keberlanjutan bisnis, sekaligus memperbesar nilai perusahaan di masa depan,” ujar Eddy.

Eddy juga mengapresiasi penyelenggaraan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026 yang dinilainya menjadi wadah pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya praktik terbaik tanggung jawab sosial perusahaan di lingkungan BUMN.

Menurutnya, keberhasilan BUMN ke depan harus diukur melalui tiga aspek sekaligus, yakni kinerja ekonomi yang sehat, manfaat sosial yang nyata, dan kualitas lingkungan yang tetap terjaga.

“Ke depan, keberhasilan BUMN harus diukur melalui tiga dimensi sekaligus, yaitu kinerja ekonomi yang sehat, manfaat sosial yang nyata, dan kualitas lingkungan yang terus terjaga. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama bagi BUMN untuk terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” tutup Eddy.