Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, kembali menyuarakan pentingnya regenerasi di tubuh koperasi Indonesia. Melalui pernyataan terbarunya, Ferry menyoroti bahwa koperasi tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai entitas bisnis konvensional, melainkan harus bertransformasi menjadi platform alternatif utama bagi masa depan ekonomi nasional.
Dalam pandangannya, tantangan global saat ini membutuhkan sokongan dari generasi muda yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk membangun ekonomi secara kolektif.
Posisi Strategis Universitas Trilogi
Secara khusus, Ferry memberikan apresiasi terhadap peran dunia akademik, salah satunya Universitas Trilogi. Kampus yang dikenal memiliki akar kuat dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan teknopreneurship ini dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam mencetak pionir-pionir muda yang dibutuhkan industri koperasi modern.
Ferry mendorong para wisudawan dan wisudawati untuk tidak ragu melirik badan usaha koperasi sebagai pelabuhan karier yang menjanjikan, alih-alih hanya berfokus pada korporasi swasta atau instansi konvensional.
“Saya memandang Universitas Trilogi memiliki posisi yang sangat strategis dalam mencetak generasi tersebut. Badan usaha koperasi bisa menjadi pilihan bagi para wisudawan dan wisudawati untuk berkarya, bekerja, dan terlibat langsung dalam membangun ekonomi rakyat,” ungkap Ferry Juliantono.
Tiga Pilar Koperasi Masa Depan
Untuk mengubah stigma lama, Kemenkop berkomitmen mendorong perombakan tata kelola koperasi agar lebih adaptif. Menurut Ferry, ada tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh generasi muda dalam membangun ekosistem koperasi masa depan:
- Pemanfaatan Teknologi: Mengintegrasikan digitalisasi dalam sistem operasional, transparansi keuangan, hingga rantai pasok koperasi.
- Kepedulian Sosial: Menjaga marwah koperasi yang bergerak atas dasar asas kekeluargaan dan semangat membangun ekonomi bersama (gotong royong).
- Manajemen Profesional: Mengikis kesan amatir dengan menerapkan standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
“Saya percaya, jika dikelola secara modern dan profesional, koperasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjawab tantangan masa depan,” pungkas Ferry optimis.
Dengan keterlibatan aktif para sarjana muda yang progresif, koperasi diharapkan mampu berevolusi menjadi wadah inovasi yang tangguh, sekaligus menjadi pilar utama dalam menjaga kedaulatan ekonomi pasar domestik di tengah gempuran ketidakpastian global.










