Generasi.co, Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membantah isu mogok massal awak mobil tangki (AMT) yang disebut menjadi penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Sumbagut Sunardi menegaskan antrean BBM tidak dipicu aksi mogok sopir maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Menurut dia, perusahaan hanya melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap personel yang terbukti melanggar ketentuan.
“Terkait informasi yang berkembang mengenai awak mobil tangki (AMT), kami menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara telah melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran kedisiplinan sesuai dengan ketentuan perusahaan,” kata Sunardi, Jumat (17/7/2026).
Ia menegaskan Pertamina tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran prosedur operasional maupun kode etik demi memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai standar perusahaan.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran prosedur operasional maupun kode etik. Kami juga memastikan setiap proses distribusi BBM dilaksanakan sesuai standar operasional perusahaan,” ujarnya.
Meski mengakui ada pembenahan manajemen transportasi, Sunardi tidak mengungkapkan jumlah awak mobil tangki yang terdampak evaluasi tersebut.
Menurut Sunardi, dalam beberapa hari terakhir kebutuhan BBM di Medan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan rata-rata harian. Untuk menjaga pasokan, Pertamina melakukan berbagai langkah penguatan distribusi secara terpadu.
“Atas nama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan dalam beberapa hari terakhir,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga Prabu Revolusi mengatakan kondisi distribusi BBM di Sumatera Utara mulai kembali normal. Pernyataan itu disampaikan setelah melakukan management walkthrough ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dengan meninjau command center distribusi BBM serta sejumlah SPBU di Kota Medan.
“Dari hasil pemantauan melalui sistem CCTV maupun peninjauan langsung di lapangan, kondisi antrean kendaraan telah berangsur normal dan pelayanan kepada masyarakat berlangsung semakin efektif,” ujar Prabu.
Prabu memastikan stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta hanya mengacu pada informasi dari kanal resmi Pertamina.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kami juga mengimbau masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi stok dan distribusi melalui kanal komunikasi resmi Pertamina, karena terdapat sejumlah potongan video lama yang dipublikasikan kembali tanpa konteks sehingga berpotensi menimbulkan kepanikan,” tuturnya.










