Restui Prabowo, Menkes Beri Tunjangan Rp30 Juta untuk Dokter di Daerah Tertinggal

Ilustrasi Dokter/Unsplash

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa pemerintah akan memberikan tunjangan khusus senilai Rp30 juta per bulan bagi sekitar 1.500 dokter spesialis yang bertugas di daerah tertinggal.

Kebijakan ini disampaikan Budi usai mendapatkan “lampu hijau” atau persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut diungkapkan Menkes dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/01).

“Kita sudah berhasil mendapatkan persetujuan Bapak Presiden memberikan tunjangan khusus kepada dokter, 1.500-an ya dokter spesialis di daerah tertinggal. Besarnya Rp30 juta per bulan,” ujar Budi.

Cegah Dokter Kabur ke Kota Besar

Budi menjelaskan, insentif besar ini digelontorkan untuk mengatasi masalah klasik distribusi tenaga medis. Selama ini, banyak dokter spesialis enggan bertahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena masalah kesejahteraan.

Ia menyoroti fenomena di mana gaji atau anggaran dokter kerap dipotong ketika Pemerintah Daerah (Pemda) menurunkan alokasi APBD untuk RSUD. Akibatnya, para dokter memilih hengkang dan mencari nafkah di kota-kota besar.

“Akhirnya dia pindah juga ke kota besar, kan. Nah sekarang kita ganjal (melalui tunjangan ini). Ini langsung transfer ke rekening,” tegas eks Dirut Bank Mandiri tersebut.

Mekanisme transfer langsung ke rekening dokter ini sengaja dipilih untuk memastikan dana tersebut diterima utuh tanpa potongan birokrasi di daerah.

Janjikan Rumah dan Mobil Dinas

Selain tunjangan uang tunai, Kemenkes juga tengah menyusun rencana untuk memberikan fasilitas fisik berupa rumah dan kendaraan dinas bagi dokter di pelosok.

Budi ingin mengembalikan kejayaan masa lalu di mana dokter yang ditugaskan ke daerah mendapatkan jaminan fasilitas yang memadai agar betah mengabdi.

“Kita kembalikan seperti zamannya dulu. Di mana dokter itu dikasih rumah, dikasih mobil, dan dikasih tunjangan khusus agar mereka bertugas ke sana tuh senang, ya. Kalau enggak, masalah distribusi ini enggak akan pernah kita beresin,” paparnya.

Untuk merealisasikan rencana fasilitas rumah dan mobil ini, Budi mengaku akan segera melobi Presiden Prabowo agar anggaran pengadaannya dapat disetujui.