Seorang Remaja Meksiko Tewas Akibat ‘Cupang’ Sang Kekasih

10 Tahun Lalu Seorang Remaja Meksiko Tewas Akibat 'Cupang' Sang Kekasih/X

Mexico City, Generasi.co — Tepat satu dekade berlalu sejak sebuah insiden medis yang tragis dan sangat langka menggemparkan publik global. Sepuluh tahun lalu, seorang remaja pria asal Mexico City, Meksiko, dilaporkan tewas secara mendadak akibat serangan stroke mematikan. Penyebab di baliknya sungguh di luar dugaan: sebuah gigitan cinta atau ‘cupang’ (love bite/hickey) di leher yang ditinggalkan oleh kekasihnya.

Kasus yang menimpa Julio Macias Gonzalez (17) ini kembali menjadi pengingat medis bahwa memar akibat hisapan pada area vital di leher dapat memicu komplikasi fatal.

Berikut adalah kilas balik kronologi dan fakta medis di balik tragedi tersebut:

1. Kejang Hebat di Meja Makan

Tragedi ini bermula ketika Julio baru saja menghabiskan waktu bersama kekasihnya yang berusia 24 tahun. Saat ia sedang menikmati makan malam bersama keluarganya di distrik Iztapalapa, remaja 17 tahun itu tiba-tiba mengalami kejang hebat (convulsions).

Keluarga yang panik segera menghubungi layanan darurat. Sayangnya, nyawa Julio tidak tertolong; ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

2. Penjelasan Medis: Hisapan Pemicu Gumpalan Darah

Bagaimana sebuah ‘cupang’ bisa berujung pada kematian? Berdasarkan laporan medis setempat pada saat itu, dokter menyimpulkan bahwa efek hisapan (suction) yang kuat dari gigitan cinta tersebut merusak pembuluh darah utama di leher.

Kerusakan ini memicu terbentuknya gumpalan darah (blood clot). Gumpalan mematikan ini kemudian terlepas, mengalir mengikuti aliran darah menuju otak Julio, dan memicu serangan stroke fatal yang merenggut nyawanya dalam waktu singkat.

3. Kekasih Menghilang dan Penolakan Keluarga

Menyusul kematian tragis tersebut, pihak keluarga Julio secara terbuka menyalahkan sang kekasih atas insiden itu. Keluarga menyatakan bahwa sejak awal mereka sangat menentang hubungan tersebut karena jarak usia yang terpaut 7 tahun, namun Julio menolak untuk mengakhiri hubungannya.

Setelah insiden tersebut viral, sang kekasih yang berusia 24 tahun itu dilaporkan melarikan diri dan bersembunyi untuk menghindari tuntutan.

4. Bukan Kasus Pertama di Dunia

Meski terdengar seperti mitos urban, literatur medis mencatat bahwa kasus Julio adalah insiden stroke kedua yang dilaporkan akibat gigitan cinta.

Sebelumnya, pada tahun 2011, seorang wanita berusia 44 tahun asal Selandia Baru dilarikan ke Rumah Sakit Middlemore, Auckland, setelah kehilangan kemampuan menggerakkan lengan kirinya. Dokter yang menangani, Dr. Teddy Wu, awalnya kebingungan mencari penyebab stroke ringan tersebut, hingga ia menemukan luka memar ‘cupang’ di sisi kanan leher pasien.

“Sepengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya seseorang dirawat di rumah sakit karena hickey,” ungkap Dr. Wu dalam jurnal medisnya saat itu.

Beruntung, nyawa wanita asal Selandia Baru tersebut berhasil diselamatkan setelah tim medis memberikan terapi obat anti-koagulan (warfarin) yang sukses melarutkan gumpalan darah tersebut dalam waktu seminggu.