Agama Buddha, atau yang dikenal oleh para pengikutnya sebagai Buddhadharma atau Dharmavinaya, adalah salah satu agama dunia tertua. Berbeda dengan Hindu yang merupakan sintesis dari berbagai tradisi, Buddhisme berakar dari ajaran tunggal seorang figur historis, Siddhartha Gautama, yang dikenal sebagai Sang Buddha, atau “Yang Telah Sadar/Terbangun” (The Awakened One).
Agama ini muncul sebagai tradisi Śramaṇa di India Timur Laut—tepatnya di Kerajaan Magadha kuno—sekitar abad ke-6 hingga ke-4 Sebelum Masehi (SM). Kelahiran Buddhisme mencerminkan adanya pergolakan sosial dan keagamaan di India, sebagai respons filosofis terhadap ritualistik yang dominan pada masa Brahmanisme Veda.
I. Figur Historis: Siddhartha Gautama
Siddhartha Gautama adalah pendiri historis Buddhisme. Mayoritas sarjana modern menempatkan masa hidupnya sekitar 563 SM hingga 483 SM, meskipun tanggal revisi yang lebih baru juga diajukan (sekitar 490–410 SM).
- Kelahiran: Ia lahir di Taman Lumbini (sekarang Nepal), sebagai pangeran dari suku Śākya di Kerajaan Kapilavastu. Nama keluarganya (gotama) adalah Gautama.
- Pencarian Pencerahan: Pada usia sekitar 29 tahun, Pangeran Siddhārtha mengalami krisis spiritual setelah menyaksikan “Empat Pertanda” (orang tua, orang sakit, mayat, dan seorang petapa). Ia meninggalkan kehidupan istana untuk mencari solusi atas penderitaan manusia.
- Kutipan: “He leaves home to search for a solution to human suffering. For about six years he practices a variety of yogic disciplines and experiments with extreme asceticism as he tries to find answers.” (Dari The Origins of Buddhism, Manitoba Education, Kanada).
- Pencerahan: Setelah meninggalkan praktik penyiksaan diri yang ekstrem dan memilih Jalan Tengah, ia mencapai Pencerahan (Bodhi) di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya, pada usia 35 tahun. Sejak saat itulah ia dikenal sebagai Sang Buddha.
- Khotbah Pertama: Khotbah pertamanya, yang dikenal sebagai Dhammacakkappavattana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma), disampaikan di Taman Rusa, Sarnath. Khotbah ini memperkenalkan Empat Kebenaran Mulia (Cattāri Ariya Saccāni), yang menjadi landasan pokok ajarannya.
- Sumber: Buddhism: Religion and Philosophy (Britannica); The Teachings of the Buddha (Bhikkhu Bodhi, seorang sarjana Buddhis kontemporer).
II. Akar Filosofis dan Konteks Śramaṇa
Buddhisme berkembang di wilayah Magadha Raya, wilayah di sebelah timur Āryāvarta (negeri Bangsa Arya) yang secara historis kurang dipengaruhi oleh tradisi Brahmanisme Veda.
- Gerakan Śramaṇa: Buddhisme adalah bagian dari gerakan Śramaṇa (pertapa pengembara) pada masa itu, bersama dengan Jainisme dan gerakan filosofis lainnya. Gerakan Śramaṇa menantang otoritas Veda dan ritual pengorbanan, serta memfokuskan pada etika, meditasi, dan konsep-konsep seperti saṃsāra (siklus kelahiran kembali), karma, dan moksha (pembebasan) yang diyakini berasal dari tradisi non-Veda.
- Sumber: The Foundations of Buddhism oleh Rupert Gethin; An Introduction to Buddhism: Teachings, History and Practices oleh Peter Harvey.
III. Perkembangan Pasca-Buddha dan Penyebaran
Setelah Parinirvāṇa (wafat) Sang Buddha, ajarannya terus disebarkan oleh komunitas monastik (Sangha), yang mendasarkan diri pada ajaran dan disiplin yang dicatat dalam Tripiṭaka (Tiga Keranjang) – yaitu Sutta Piṭaka (khotbah), Vinaya Piṭaka (tata tertib), dan Abhidhamma Piṭaka (filosofi).
- Peran Raja Ashoka: Penyebaran besar pertama terjadi pada abad ke-3 SM di bawah perlindungan Raja Ashoka Agung dari Kekaisaran Maurya (sekitar 268–232 SM). Ashoka mendukung Buddhisme dan mengirimkan utusan-utusan (bhikshu) ke berbagai wilayah, termasuk Sri Lanka dan Asia Barat.
- Aliran Utama: Dalam beberapa abad setelah wafatnya Sang Buddha, ajaran ini terpecah menjadi berbagai aliran, yang paling dominan adalah:
- Theravāda (“Kendaraan Tetua”): Berkembang di Sri Lanka, Asia Tenggara (Thailand, Myanmar, Kamboja). Berpegangan pada Kanon Pāli sebagai ajaran otoritatif.
- Mahāyāna (“Kendaraan Besar”): Berkembang di India utara sekitar abad ke-1 SM dan kemudian menyebar ke Tiongkok, Korea, Jepang, dan Tibet. Aliran ini memperkenalkan konsep Bodhisattva dan berpegangan pada teks-teks Sūtra tambahan, banyak yang awalnya berbahasa Sanskerta.
- Vajrayāna (“Kendaraan Intan”): Berkembang di India pada paruh kedua milenium pertama Masehi (sekitar abad ke-7) dan berkembang pesat di Tibet. Ini menggabungkan elemen Tantra.
- Sumber: A Concise History of Buddhism oleh Andrew Skilton; Buddhist Thought oleh Paul Williams, Anthony Tribe, dan Alexander Wynne.










