Ketua Umum Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) sekaligus Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan APPSI hadir sebagai rumah besar peternak sapi yang berperan strategis dalam menguatkan ekonomi peternak sekaligus menopang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Muzani saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 APPSI di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Sabtu (20/12/2025).
“APPSI adalah wadah orang-orang yang mencintai dunia persapian—tempat berkumpul, belajar, dan saling menguatkan,” ujar Muzani.
Muzani menilai kekuatan APPSI terletak pada kedekatannya dengan basis peternak di lapangan. Melalui jaringan kontes sapi yang tersebar di berbagai daerah, APPSI dinilai mampu mengangkat harkat dan martabat peternak sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Kontes sapi bukan sekadar tontonan. Ia mengerek derajat peternak dan penggemuk sapi. Ketika ada kontes, transaksi naik dan daerah ikut terangkat,” katanya.
Ia menyebut APPSI telah membangun reputasi kuat sejak kontes sapi digelar di berbagai wilayah, mulai dari Boyolali, Kemayoran, Lampung, hingga Jember. Antusiasme daerah yang ingin menjadi tuan rumah kontes menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan.
Muzani juga menyoroti peran era digital dalam memperluas jangkauan peternak. Menurutnya, platform seperti YouTube telah membuka ruang berbagi pengetahuan, mulai dari teknik penggemukan hingga perawatan sapi.
“Peternak sekarang bisa berbagi ilmu lewat video. Ini menumbuhkan minat baru dan harapan bagi dunia peternakan sapi,” ujarnya.
Dalam Rakernas yang dikemas secara kekeluargaan tersebut, APPSI juga membahas agenda lanjutan, termasuk penentuan jadwal dan lokasi kontes sapi berikutnya. Muzani menegaskan pendekatan ini sengaja dipilih agar keputusan organisasi tetap membumi dan berpihak pada peternak.
Di sisi kebijakan, Muzani menyebut hubungan APPSI dengan Kementerian Pertanian terjalin sangat erat. Ia mencontohkan penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang cepat ditindaklanjuti berkat komunikasi intensif dengan pemerintah.
“Kita bukan hanya mitra strategis, tapi ada di dalam. Hubungan APPSI dengan Kementan sangat dekat dan sangat membantu,” kata Muzani.
Solidaritas sosial juga menjadi sorotan. Muzani mengungkapkan, peternak yang tergabung dalam APPSI telah menggalang donasi Rp620 juta untuk membantu korban bencana di Sumatera.
“Duka Sumatera adalah duka kita semua. Donasi ini akan disalurkan melalui Baznas untuk Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujarnya.
Rakernas ke-3 APPSI juga mengerucut pada arah baru pengembangan sapi perah guna mendukung program MBG. Muzani menilai kebutuhan susu nasional sangat besar, sementara kapasitas produksi masih terbatas.
“Kecintaan pada penggemukan sapi sudah tumbuh. Sekarang saya arahkan juga ke sapi perah, karena kebutuhan susu untuk MBG sangat tinggi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan MBG menjadi jaminan serapan hasil peternakan, khususnya susu sapi perah.
“MBG adalah jaminan pasar. Sekarang tidak ada lagi susu peternak yang tidak terserap,” ujarnya, seraya mendorong APPSI menjadi mitra strategis pemerintah sebagai mata, telinga, dan penghubung kebijakan di lapangan.










