Kebakaran Panti Jompo Werdha Damai Manado: Kronologi Lengkap Tragedi yang Tewaskan 16 Lansia

Kebakaran/Pexels

Kebakaran hebat melanda Panti Jompo Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu malam (28/12/2025). Peristiwa tragis ini menewaskan sedikitnya 16 orang lanjut usia (lansia) dan melukai belasan lainnya.

Api Muncul dari Belakang Bangunan

Berdasarkan informasi awal kepolisian dan keterangan saksi, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan panti. Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 20.36 WITA, saat para penghuni lansia berada di dalam kamar masing-masing.

Api dengan cepat merambat ke area lain dan membesar dalam waktu singkat, melahap hampir seluruh bangunan panti jompo yang sebagian besar penghuninya memiliki keterbatasan mobilitas.

Evakuasi Darurat, Warga Turun Tangan

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api.

Namun, cepatnya kobaran api menyulitkan proses evakuasi. Warga sekitar turut membantu menyelamatkan para lansia sebelum api semakin membesar. Rekaman video yang dikutip Channel NewsAsia (CNA) memperlihatkan warga dan petugas mengangkat serta membimbing para penghuni keluar dari bangunan yang dilalap api.

Seorang saksi mata bernama Steven menyebut api membesar sangat cepat.

“Kami evakuasi yang selamat, di belakang ada enam orang. Namun karena yang selamat ini sudah lansia kehabisan oksigen dan meninggal,” ujar Steven kepada awak media.

Steven juga menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dengan memanjat pagar tembok setinggi 3 hingga 4 meter. Dalam proses tersebut, terdengar suara ledakan dari arah dapur panti serta teriakan minta tolong dari korban yang terjebak panas dan asap.

Api Padam Setelah Berjam-jam

Kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar satu hingga dua jam upaya pemadaman. Api dinyatakan sepenuhnya padam sekitar pukul 21.30 WITA.

Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas gabungan melakukan penyisiran di dalam bangunan panti yang hangus terbakar.

Ditemukan 16 Lansia Meninggal Dunia

Hasil penyisiran menemukan 16 orang lansia meninggal dunia. Sebagian besar korban ditemukan di dalam kamar dan diduga terjebak panas serta asap tebal. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi karena sebagian korban sudah sulit dikenali.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah Hasibuan menyatakan jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi mencapai 16 orang.

“Saat ini korban meninggal berjumlah 16 orang, informasi data awal belasan lainnya selamat dan sudah dievakuasi,” ujar Babinsa Ranomuut Sertu Kreswanto, dilansir dari bukumata.id.

Korban Selamat dan Perawatan Medis

Selain korban meninggal, belasan lansia lainnya berhasil diselamatkan. Data awal menyebutkan 15 hingga 19 orang selamat, dengan sebagian di antaranya mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan akibat menghirup asap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Manado Steaven Dandel menyebutkan tiga lansia dirawat di rumah sakit akibat luka bakar. Dua korban dirawat di RSUD Manado, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Awaloi Manado. Penghuni panti yang selamat saat ini ditampung sementara di RSUD Manado.

Upaya Penampungan Penghuni Selamat

Kepala Panti Werdha Damai Manado, Olva Sumual, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan tempat penampungan bagi penghuni panti yang selamat dari kebakaran.

“Kami telah mengajukan permohonan kepada Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang agar bisa membantu kami untuk menampung penghuni panti werdha yang selamat dari musibah kebakaran,” ujar Olva, Selasa (30/12), dikutip dari Antaranews.

Ia menjelaskan, delapan penghuni panti tidak memiliki keluarga sama sekali, terdiri dari lima lansia perempuan dan tiga lansia laki-laki, sehingga memerlukan tempat tinggal setelah keluar dari rumah sakit.

“Saya melihat dengan kebutuhan saat ini, ke depan rencananya akan dibangun kembali gedung yang terbakar. Namun kami serahkan kepada Tuhan, ke depannya dan bagi yang mau membantu kami sangat berterima kasih,” katanya.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulawesi Utara telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi, termasuk pengelola panti dan warga sekitar.

“Bidlabfor melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui kronologi serta penyebab pasti kebakaran,” ujar Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan.

Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga korban meninggal dunia untuk menghubungi Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado guna keperluan identifikasi jenazah.