Prabowo Targetkan Bangun 500 Sekolah Rakyat untuk Tampung 500 Ribu Siswa

Presiden Prabowo Subianto/YT

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius dalam sektor pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Kepala Negara membidik pembangunan 500 unit ‘Sekolah Rakyat’ dengan kapasitas total 500 ribu siswa hingga akhir masa jabatannya pada 2029 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01).

Prabowo menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi utama pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan.

“Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029, Insyaallah akan tercapai. Saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak dari sekarang, ini pun usahanya sudah luar biasa,” ujar Prabowo.

Target 500 Ribu Siswa

Presiden merinci peta jalan program tersebut. Ia menginginkan setiap unit Sekolah Rakyat nantinya mampu menampung hingga 1.000 murid. Saat ini, jumlah siswa yang terlayani baru mencapai 15 ribu anak, namun ditargetkan melonjak dua kali lipat menjadi 30 ribu siswa pada akhir tahun ini.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada jajaran menteri dan lembaga yang terlibat. Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Agama.

Dukungan operasional juga mengalir dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bank Negara Indonesia (BNI), dan PT Pos Indonesia.

“Saya sampaikan penghormatan saya yang sebesar-besarnya kepada Menteri Sosial dan jajarannya yang bekerja keras, tentunya didukung oleh para Menko, Pak Muhaimin dan Prof Pratikno,” pungkas Prabowo.