Gejolak Iran Memburuk, Menlu Sugiono Instruksikan Dubes Siapkan Rencana Evakuasi WNI

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara resmi menginstruksikan Duta Besar Indonesia di Teheran untuk segera menyusun langkah-langkah kontingensi, termasuk opsi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI). Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap gelombang demonstrasi besar yang tengah mengguncang Iran akibat krisis ekonomi.

Perintah tersebut disampaikan Sugiono usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/01). Ia menegaskan bahwa keselamatan WNI adalah prioritas utama di tengah situasi yang dinamis.

“Saya juga sudah menyampaikan kepada duta besar kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi tersebut perlu dilakukan,” tegas Sugiono.

WNI Terpusat di Qom dan Isfahan

Meski tingkat kewaspadaan dinaikkan, Sugiono menjelaskan bahwa keputusan evakuasi belum bersifat mendesak atau immediate. Berdasarkan pemetaan Kemlu, mayoritas WNI di Iran adalah pelajar yang berdomisili di kota Qom dan Isfahan.

Kedua kota tersebut dinilai masih relatif aman karena bukan merupakan titik pusat konsentrasi massa seperti yang terjadi di Teheran.

“Kalau dilihat dari situasinya, para WNI ada di beberapa kota yang sebenarnya bukan merupakan titik-titik demonstrasi besar, kami akan lihat terus perkembangannya,” tambah Sugiono.

Pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) Teheran juga terus menjalin komunikasi intensif dengan kantong-kantong masyarakat Indonesia untuk memastikan kondisi mereka. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak langsung oleh kerusuhan.

Tunda Perjalanan ke Iran

Sebagai langkah preventif, pemerintah mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat Indonesia yang memiliki rencana bepergian ke Iran. Kemlu meminta rencana tersebut ditunda hingga situasi keamanan di negara Persia itu benar-benar kondusif.

Bagi WNI yang sudah berada di sana, pemerintah meminta agar mereka tetap waspada, memantau informasi resmi, dan menjauhi kerumunan massa.

Diketahui, demonstrasi di Iran dipicu oleh anjloknya nilai tukar mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi, yang bermula dari aksi protes di kawasan Grand Bazaar, Teheran.