Guyur Dividen Rp13,03 Triliun! RUPST BNI 2026 Sahkan Manuver Buyback hingga Perubahan Saham Dwiwarna

Gedung BNI/Portal BNI

JAKARTA, Generasi.co — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) kembali membawa kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (9/3/2026), perseroan resmi menyetujui tebaran dividen tunai jumbo senilai Rp13,03 triliun.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar rutinitas korporasi, melainkan cerminan fundamental perseroan yang solid dan komitmen manajemen untuk terus memberikan nilai optimal bagi investor.

“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangannya.

Rincian Alokasi Laba Bersih Rp20,04 Triliun

Sepanjang tahun buku 2025, BNI mencatatkan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun. Dalam RUPST, pemegang saham sepakat membagi “kue” keuntungan tersebut ke dalam dua pos utama:

  • Dividen Tunai (65%): Senilai Rp13,03 triliun akan dibagikan ke kantong pemegang saham.
  • Saldo Laba Ditahan (35%): Senilai Rp7,01 triliun akan disuntikkan kembali ke dalam kas perusahaan untuk mendukung amunisi ekspansi bisnis dan mempertebal bantalan modal di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.

Manuver Buyback Rp905 Miliar

Selain pesta dividen, RUPST BNI juga memberikan lampu hijau untuk aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai transaksi maksimal mencapai Rp905,48 miliar (termasuk biaya transaksi).

Langkah taktis ini diambil sebagai instrumen fleksibilitas pengelolaan modal sekaligus peredam kejut (shock absorber) untuk menjaga stabilitas harga saham BBNI di bursa.

“Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perseroan,” jelas Okki.

Nantinya, saham hasil buyback ini akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock). Saham tersebut dapat dijual kembali ke pasar, atau dimanfaatkan untuk Program Kepemilikan Saham bagi pegawai maupun pengurus perseroan (MESOP).

Kepatuhan Regulasi: Restrukturisasi Saham Dwiwarna

Satu agenda penting lainnya yang disahkan adalah perubahan Anggaran Dasar Perseroan. RUPST menyetujui reklasifikasi terhadap 223.783.877 lembar saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna.

Penyesuaian administratif ini dilakukan untuk mematuhi regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Langkah ini memastikan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) tetap berjalan optimal.

Agenda Pengesahan Lainnya: Selain tiga isu krusial di atas, RUPST BNI juga merampungkan sejumlah agenda rutin, meliputi:

  1. Pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025.
  2. Penetapan remunerasi Direksi dan Komisaris untuk tahun 2026.
  3. Penunjukan Akuntan Publik 2026.
  4. Pendelegasian Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027.
  5. Laporan realisasi dana Sustainability Bond Tahap I Tahun 2025.

Dengan serangkaian keputusan progresif ini, BNI memproyeksikan diri untuk melaju lebih kencang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.