Generasi.co, Jakarta – Swiss German University (SGU) dan Endress+Hauser Indonesia kembali memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan talenta masa depan melalui berbagai inisiatif pendidikan dan industri yang berkelanjutan.
Komitmen itu ditunjukkan dalam penyelenggaraan Endress+Hauser Indonesia Education Forum 2026 yang mengangkat tema “From Potential to Impact: Co-creating Talent through Dual Vocational Partnerships” di The Westin Jakarta pada 11 Juni 2026 lalu.
Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari dunia pendidikan, industri, pemerintah, serta organisasi internasional.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas pentingnya kolaborasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi transformasi industri, digitalisasi, dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sebagai perguruan tinggi yang sejak awal mengedepankan keterkaitan erat antara dunia akademik dan industri, SGU turut berpartisipasi dalam forum tersebut.
SGU berbagi perspektif mengenai pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman industri dalam menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Salah satu momen penting dalam forum ini adalah penyerahan resmi Beasiswa Endress+Hauser kepada para penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan jenjang magister (S2) di Swiss German University.
Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen nyata Endress+Hauser dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara SGU dan Endress+Hauser sejak tahun 2025.
Melalui program tersebut, para profesional memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan melalui pendidikan pascasarjana yang mengintegrasikan perspektif akademik dan kebutuhan dunia industri.
Selain program beasiswa, kerja sama antara SGU dan Endress+Hauser juga mencakup penerimaan mahasiswa magang yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.
Pada tahun 2026, salah satu mahasiswa magang yang bergabung di Endress+Hauser adalah Christopher Balck, mahasiswa pertukaran di SGU yang berasal dari Ernst-Abbe-Hochschule Jena, Jerman.
Kehadiran Christopher mencerminkan kuatnya ekosistem internasional yang dibangun SGU dalam membuka peluang pengalaman global bagi para mahasiswa.
Kolaborasi kedua institusi juga terus dikembangkan melalui implementasi Dual Vocational System, sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik kerja di industri.
Model ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman profesional secara langsung selama masa studi, sekaligus membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan kemitraan dengan Endress+Hauser merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan industri dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Endress+Hauser dalam mendukung pengembangan talenta melalui berbagai program kolaboratif yang telah berjalan bersama SGU.
Penyerahan beasiswa pada forum ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan bagi para penerima, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui program beasiswa, magang, dan Dual Vocational System, kami berharap semakin banyak talenta muda yang siap berkontribusi dan bersaing di tingkat global,” ujar Samuel.
Kemitraan yang terus berkembang antara SGU dan Endress+Hauser menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berdampak.
Melalui berbagai inisiatif bersama, kedua institusi berkomitmen untuk terus menciptakan peluang pengembangan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.










