Bangka Tengah, Generasi.co — Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Tengah resmi mengukuhkan diri sebagai kampiun Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kemenangan gemilang ini memastikan langkah mereka sebagai wakil tunggal Babel untuk berlaga di kancah nasional di Jakarta.
Kepastian kemenangan tersebut diumumkan langsung setelah babak final yang berlangsung sengit di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah, pada Sabtu (2/5/2026).
Di partai puncak, MAN IC Bangka Tengah sukses mendominasi perolehan skor akhir, mengalahkan dua pesaing tangguh lainnya:
- MAN IC Bangka Tengah: 105 poin (Juara 1)
- SMA Santo Yosef Pangkalpinang: 75 poin
- SMAN 1 Pemali: 50 poin
“Dengan demikian, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah resmi menjadi pemenang babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi dan berhak mewakili Bangka Belitung ke tingkat nasional di Jakarta,” tegas Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI, Agus Subagyo, S.S., M.IR., saat mengumumkan hasil akhir.
Bukan Sekadar Hafalan, Lomba Uji Nalar Kritis
Kemenangan ini merupakan puncak dari perjalanan panjang tim MAN IC. Kompetisi ini dimulai dari tingkat kabupaten/kota yang melibatkan ratusan sekolah, hingga akhirnya menyisakan sembilan sekolah terbaik yang terbagi ke dalam tiga sesi penyisihan di tingkat provinsi.
Dalam setiap tahapannya, para peserta harus menaklukkan tiga tantangan utama yang dinilai langsung oleh dewan juri dari MPR RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Babel. Ketiga tantangan tersebut meliputi:
- Wawasan Empat Pilar (pertanyaan bergilir).
- Tematik (adu argumentasi pro dan kontra).
- Rebutan (adu ketangkasan individual).
Guru pendamping MAN IC Bangka Tengah, Dodi Saputra, S.Pd., yang juga merupakan alumnus peserta LCC MPR RI tahun 2011 dan 2012, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi format lomba saat ini.
“Sistem baru ini menuntut siswa memiliki daya nalar dan kritis terhadap konstitusi, tidak sekadar hafalan teks. Meskipun saya guru Kimia, motivasi saya besar agar anak didik saya berhasil melampaui pencapaian saya dulu,” ujar Dodi yang turut didampingi rekan gurunya, Khoirul Anwar Ali, S.Pd.
Fokus Evaluasi Menuju Kancah Nasional
Atmosfer kompetitif yang menguras emosi dan mental selama babak final menjadi pelajaran berharga bagi para peserta. Tim pemenang mengakui bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari evaluasi mendalam dari kegagalan di tahun sebelumnya.
Nabi Lata, salah satu anggota tim MAN IC, menekankan pentingnya manajemen stres di bawah tekanan juri dan penonton. “Kami membedah materi lebih dalam dan terus mengulang hafalan agar siap menghadapi tekanan di tingkat nasional nanti,” paparnya.
Senada dengan rekannya, Raissa Afifa Azarine turut menyampaikan rasa syukurnya. “Momen ini sangat berkesan. Terima kasih kepada MPR RI yang telah mengadakan ajang bermanfaat bagi generasi muda,” tuturnya bangga.
Kini, tim MAN IC Bangka Tengah harus segera mematangkan persiapan untuk beradu argumen konstitusi melawan 37 perwakilan provinsi lainnya di Jakarta.










