Palembang, Generasi.co — SMAN Tugumulyo kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk kedua kalinya secara berturut-turut (back to back). Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah mereka untuk berlaga di tingkat nasional di Jakarta, bersaing dengan 37 provinsi lainnya.
Kemenangan SMAN Tugumulyo diraih usai melewati babak final yang sengit. Berikut adalah perolehan poin akhir di babak final:
- SMAN Tugumulyo: 110 poin (Juara 1)
- SMAN 1 Tebing Tinggi: 100 poin
- SMKN 1 Prabumulih: 60 poin
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., memberikan apresiasi khusus tidak hanya pada kecerdasan tim SMAN Tugumulyo, tetapi juga pada integritas dan nilai sportivitas tinggi yang mereka tunjukkan di arena perlombaan.
“Saya kagum dengan SMAN Tugumulyo karena langsung mengakui dan mengurangi poinnya sendiri saat babak penyisihan. Itu nilai sportivitas yang harus tetap dijaga dan dipertahankan. Yang terpenting bukan hanya menang, tapi juga hubungan pertemanan yang terjalin,” tegas Siti Fauziah.
Perjalanan 9 Jam dan Tantangan Mental
Keberhasilan ini tidak diraih dalam semalam. Guru pendamping SMAN Tugumulyo, Lia Damayanti, S.IP., membeberkan bahwa sekolah telah menjalankan sistem pembinaan yang terstruktur melalui program ekstrakurikuler khusus LCC yang rutin menggelar audisi internal. Menjelang kompetisi, intensitas latihan ditingkatkan hingga tiga kali seminggu disertai simulasi nyata.
Berasal dari sekolah yang jauh dari pusat kota memberikan tantangan fisik tersendiri bagi para siswa.
“Perjalanan yang seharusnya 6-7 jam bisa jadi 9 jam. Itu cukup melelahkan, tapi anak-anak tetap harus belajar materi di malam hari,” ungkap Lia.
Namun, ia menekankan bahwa rintangan terberat justru terletak pada tekanan mental saat berdebat di atas panggung. Kemampuan berpikir kritis, argumentasi pro-kontra, public speaking, hingga kepercayaan diri menjadi kunci utama, selain sekadar menghafal materi.
“Kami mungkin tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya semangat dan mimpi. Kami ingin suatu hari membawa Sumatera Selatan menjadi juara satu nasional,” imbuh Lia optimistis.
Ambisi Taklukkan Tingkat Nasional
Rasa bangga dan optimisme turut disuarakan oleh Bena Novariyani, salah satu peserta andalan SMAN Tugumulyo. Ia menyadari bahwa pencapaian ini adalah hasil dari soliditas kerja tim, bukan sekadar keunggulan individu.
Menatap putaran final tingkat nasional di Jakarta, Bena dan sembilan rekannya mematok target tinggi: membawa pulang piala Juara Satu Nasional.
“Kami akan latihan setiap hari dan mengkhatamkan enam buku dari MPR sebagai bekal ke nasional,” pungkas Bena, bertekad memperbaiki segala kekurangan di tingkat provinsi agar tampil sempurna di kancah nasional.










