Tembus Setengah Juta Pendaftar, Menkop Ferry Juliantono Gelar Seleksi Ketat Manajer Koperasi Merah Putih

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Pemerintah mencatat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dalam proses rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Tercatat, lebih dari setengah juta orang melamar untuk posisi manajer koperasi tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, usai menggelar konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 509.238 orang mendaftar khusus untuk formasi Manajer KDKMP. Dari jumlah tersebut, 411.516 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Saat ini, ratusan ribu peserta tersebut tengah mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang tersebar di 72 titik lokasi pada 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry mengapresiasi besarnya minat masyarakat yang ingin berkontribusi langsung memajukan ekonomi desa.

“Alhamdulillah, animo masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan kepercayaan dan harapan besar masyarakat terhadap masa depan koperasi Indonesia,” tulis Ferry Juliantono.

Cetak SDM Koperasi Profesional Lintas Kementerian

Menkop menegaskan bahwa seleksi ketat berbasis CAT ini adalah langkah krusial dan tidak bisa ditawar. Pemerintah ingin memastikan bahwa Koperasi Merah Putih ke depannya dipegang oleh SDM yang profesional, berintegritas tinggi, dan memiliki kapasitas mumpuni untuk menjawab tantangan ekonomi modern.

Keseriusan pemerintah dalam program pengadaan SDM KDKMP dan KNMP ini juga terlihat dari dukungan lintas kementerian dan lembaga. Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara, yang menunjukkan kolaborasi solid kabinet, antara lain:

  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini.
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono.
  • Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Fauzan.
  • Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian.

Sinergi antar-lembaga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi tingkat desa dan nelayan yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga inovatif dan terkelola secara modern berkat dukungan SDM yang berkualitas.