JAKARTA, Generasi.co — Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya mengambil langkah tegas merespons polemik hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral dan menuai sorotan publik.
Melalui Rapat Pimpinan (Rapim) yang dilanjutkan dengan Rapat Gabungan (Ragab) bersama Pimpinan Fraksi, Kelompok DPD, dan Alat Kelengkapan MPR, lembaga legislatif tersebut menyepakati perombakan besar-besaran terhadap sistem pelaksanaan LCC di masa mendatang.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menegaskan bahwa putusan ini diambil setelah MPR menampung seluruh aspirasi publik, termasuk dari pihak SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
“Alhamdulillah, rapat tersebut telah menghasilkan beberapa poin keputusan berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman melalui media massa,” ujar Akbar usai Rapat Gabungan di Lobi Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Tiga Keputusan Krusial Rapim & Ragab MPR
Akbar Supratman membeberkan tiga poin utama hasil evaluasi MPR terkait pelaksanaan LCC Empat Pilar:
- Evaluasi Total Pelaksanaan: MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi teknis LCC Empat Pilar. Rencana ini telah disetujui oleh seluruh fraksi di MPR.
- Perombakan Juri dan Lokasi: Ke depan, posisi dewan juri mutlak akan diisi oleh pakar atau ahli Hukum Tata Negara (HTN) dari masing-masing daerah. Lokasi perlombaan juga akan digeser ke lingkungan universitas atau kampus untuk menjaga atmosfer akademis dan independensi.
- Jaminan Sportivitas: Lembaga berkomitmen penuh untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan independensi dalam setiap tahap penjurian.
Ocha Diusulkan Jadi Duta LCC Empat Pilar
Sebagai bentuk apresiasi terhadap daya kritis generasi muda, MPR berencana memberikan mandat khusus kepada salah satu siswi yang vokal menyuarakan aspirasi dalam polemik ini.
Pimpinan Badan Sosialisasi bersama Kesekjenan MPR RI dijadwalkan terbang langsung ke Pontianak untuk bertemu pihak SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas guna menyampaikan putusan resmi lembaga.
“Mengakomodasi aspirasi dari teman-teman semua, kami berencana untuk mengusulkan Adik Josepha Alexandra (Ocha) untuk menjadi Duta LCC Empat Pilar MPR RI. Mudah-mudahan tawaran ini bisa diterima dengan baik,” ungkap Akbar.
Sikap Ksatria SMAN 1 Pontianak: Tolak Tanding Ulang
Sebelumnya, polemik ini sempat memunculkan wacana tanding ulang. Namun, pihak SMAN 1 Pontianak telah menunjukkan sikap ksatria dengan mengirimkan surat resmi (Nomor: 400.3.11398-SMAN 1.01) kepada Ketua MPR RI pada Kamis (14/5/2026).
Surat yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, tersebut memuat beberapa poin penting, di antaranya:
- Bukan Menyerang: Protes yang dilayangkan semata-mata untuk memperoleh klarifikasi atas poin-poin yang dipersoalkan, bukan untuk menjatuhkan kredibilitas penyelenggara.
- Menghormati Hasil: SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba dan tidak bermaksud menganulir kemenangan peserta lain.
- Tolak Tanding Ulang: SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba yang diulang.
- Dukung SMAN 1 Sambas: SMAN 1 Pontianak memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan sah Kalimantan Barat di ajang LCC Empat Pilar Tingkat Nasional 2026.
Menutup keterangannya, Akbar Supratman mewakili MPR menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia justru mengapresiasi besarnya atensi publik, yang dinilainya sebagai bukti suksesnya sosialisasi Empat Pilar di kalangan Gen Z dan Gen Alpha.










