Studi Jepang Ungkap Pria Berukuran Hidung Besar Miliki Penis Lebih Panjang

Pinokio/Pexels

Generasi.co, JAKARTA – Sebuah penelitian ilmiah dari Jepang menemukan adanya hubungan statistik antara ukuran hidung dan panjang penis pada pria. Temuan tersebut diperoleh setelah peneliti menganalisis data pengukuran dari 126 jenazah pria dalam pemeriksaan forensik.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Basic and Clinical Andrology pada 2021 itu dilakukan oleh para peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine. Mereka mengamati kasus autopsi pria berusia 30 hingga 50 tahun dan melakukan pengukuran dalam waktu tiga hari setelah kematian untuk menghindari perubahan akibat proses pembusukan.

Karena ereksi tidak dapat dilakukan pada jenazah, peneliti menggunakan metode pengukuran panjang penis saat diregangkan (stretched penile length). Pengukuran tersebut dianggap dapat memberikan perkiraan panjang penis saat ereksi. Selain itu, peneliti juga mencatat ukuran hidung masing-masing individu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan hubungan antara ukuran penis saat tidak ereksi dan saat diregangkan, ukuran hidung menjadi salah satu faktor yang memiliki hubungan paling kuat dengan panjang penis yang diregangkan.

Peneliti menemukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,564 dengan tingkat signifikansi statistik di bawah 0,0001. Angka tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat secara statistik antara ukuran hidung dan panjang penis yang diregangkan.

Namun, ukuran hidung hampir tidak memiliki hubungan dengan panjang penis saat kondisi tidak ereksi. Peneliti menduga hal itu berkaitan dengan karakteristik jaringan penis yang lebih kecil dalam kondisi tidak ereksi dan memiliki tingkat elastisitas relatif lebih besar.

Para peneliti menjelaskan bahwa hubungan tersebut bukan berarti hidung secara langsung menentukan ukuran penis. Mereka menduga keduanya berkaitan dengan faktor perkembangan tubuh sejak awal kehidupan.

Menurut penelitian tersebut, ukuran hidung cenderung tidak banyak berubah akibat faktor lingkungan maupun penuaan setelah masa perkembangan awal. Hal serupa diduga berlaku pada panjang penis yang kemungkinan telah ditentukan jauh sebelum kelahiran dan dipengaruhi paparan androgen selama perkembangan janin.

Meski demikian, penelitian ini tidak memiliki manfaat untuk kepentingan forensik. Peneliti menyatakan ukuran hidung tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenazah yang tidak diketahui identitasnya, berbeda dengan parameter lain seperti volume prostat yang dapat membantu memperkirakan usia.

Penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan jenazah pria Jepang. Selain itu, mekanisme biologis yang menyebabkan hubungan antara ukuran hidung dan panjang penis masih belum dapat dijelaskan secara pasti.

Studi yang dilakukan Ikegaya, Suzuki, Kondou, dan peneliti lainnya itu menjadi salah satu penelitian yang menguji secara ilmiah anggapan populer mengenai hubungan ukuran fisik tertentu dengan ukuran organ tubuh lainnya.