Generasi.co, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan percepatan swasembada pangan menjadi target yang harus segera diwujudkan. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar bukan berasal dari keterbatasan lahan maupun kemampuan petani, melainkan ketersediaan bibit.
Sudaryono menyebut sejumlah komoditas memiliki potensi besar untuk dikembangkan, salah satunya ubi jalar yang dinilai mampu tumbuh di lahan marginal dan dapat diproduksi dalam skala besar.
Ia menilai peran riset dari perguruan tinggi menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas. Hasil riset yang baik, menurutnya, harus diarahkan agar dapat diterapkan dalam produksi massal.
“Barang bagus harus diproduksi massal,” ujar Sudaryono melalui unggahan Instagram pribadinya.
Sudaryono mengatakan tantangan utama dalam pengembangan pertanian saat ini bukan terletak pada ketersediaan lahan kosong, pupuk, maupun kemampuan petani. Persoalan yang perlu segera diselesaikan adalah penyediaan bibit.
Selain ubi jalar, ia juga menyoroti komoditas bawang putih yang hingga kini masih bergantung pada impor. Menurutnya, upaya membalik kondisi tersebut membutuhkan perluasan areal tanam hingga 100 ribu hektare.
“Masalah utamanya tetap sama: bibit. Kita sedang fokus melakukan pembibitan di Sembalun, Temanggung, sampai Humbang Hasundutan,” kata Sudaryono.
Ia menekankan kebutuhan pangan masyarakat tidak dapat ditunda sehingga seluruh pihak harus bergerak cepat untuk menyelesaikan tantangan produksi pertanian.
“Kalau berani jangan ragu. Kalau ragu jangan sok berani. Mari selesaikan tugas ini secepat mungkin,” tuturnya.
Sudaryono juga menegaskan target swasembada pangan merupakan amanat Presiden yang harus dicapai melalui kerja cepat, penguatan riset, serta peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan.










