Prabowo: Rakyat Indonesia Bukan Bangsa Malas, Mereka Berjuang Setiap Hari

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membantah anggapan yang selama ini melekat bahwa masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang malas. Menurutnya, rakyat Indonesia justru bekerja keras setiap hari untuk mencari kehidupan yang layak.

“Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia, para pribuminya hobinya tidur. Padahal rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking proyek LNG Abadi Masela, Kamis (16/7/2026).

Prabowo mengatakan masih ada pihak-pihak yang memandang rendah bangsa Indonesia dan menganggap keramahan masyarakat sebagai kelemahan.

“Memang ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia, yang selalu mengejek bangsa Indonesia di belakang punggung kita. Memang mungkin karena kebaikan bangsa Indonesia, keramahtamahan, bahwa bangsa kita begitu ramah, kita dinilai lemah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, gambaran bahwa rakyat Indonesia gemar bermalas-malasan bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Ia mencontohkan nelayan yang mempertaruhkan nyawa di laut, serta petani dan masyarakat pedesaan yang memulai aktivitas sejak dini hari demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Mereka yang berlayar di laut mencari makan, mencari ikan itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita kerja keras. Tapi kalau iklim itu begitu panas, ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita hindari panas pada saat terik matahari,” katanya.

Prabowo menambahkan, banyak pihak tidak melihat bahwa masyarakat Indonesia telah memulai pekerjaan sejak subuh bahkan sebelum matahari terbit.

“Ada bangsa-bangsa yang tidak lihat bahwa rakyat kita bangun sangat pagi. Ada yang ke sawah, ada yang ke ladang, ada yang cari air, cari kayu, ada yang berburu, ada yang melaut di saat gelap, kembalinya pun di saat gelap,” ujarnya.