Generasi.co, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menawarkan bantuan kemanusiaan dan medis kepada Indonesia setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pezeshkian menyampaikan tawaran tersebut melalui pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 16 Agustus 2026 waktu setempat. Ia menyampaikan simpati kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama keluarga korban dan warga yang terdampak.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, khususnya keluarga yang berduka dan terdampak,” kata Pezeshkian, dikutip dari IRNA, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pezeshkian menyatakan Iran siap memberikan bantuan dan pertolongan medis untuk membantu penanganan dampak gempa. Ia juga berharap kondisi di wilayah terdampak segera kembali stabil.
“Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas,” ujarnya.
Gempa NTT tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan membuat ribuan warga mengungsi. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 68 orang.
“68 jiwa yang meninggal,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin, 17 Agustus 2026.
Berton mengatakan BNPB masih memantau perkembangan jumlah korban dan akan memperbarui data apabila kembali ditemukan korban.
Jumlah korban meninggal tersebut tersebar dari Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada. Sementara itu, sebanyak 213 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
“Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa,” ucap Berton.










