Gubernur DKI Apresiasi Sinergi Bank Jakarta-Persija, Berharap Juara di Usia 500 Tahun Jakarta

Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off sekaligus peluncuran situs baru Bank Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). (Istimewa)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off sekaligus peluncuran situs baru Bank Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). (Istimewa)

Generasi.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija Jakarta sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membangun kebanggaan warga terhadap Ibu Kota.

Apresiasi itu disampaikan Pramono saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Kolaborasi tersebut dinilai memiliki arti penting karena mempertemukan dua institusi yang sama-sama membawa identitas Jakarta.

Pramono mengatakan, sinergi Bank Jakarta dan Persija tidak hanya berbicara mengenai kerja sama bisnis maupun olahraga. Lebih jauh, kolaborasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun Jakarta sebagai kota global yang memiliki ekosistem olahraga, hiburan, dan kegiatan berskala besar.

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta kini membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai kegiatan olahraga. Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik masyarakat dari berbagai daerah.

“Saya juga berharap bahwa Jakarta sekarang ini kita buka ruang selebar-lebarnya menjadi tempat destinasi untuk sport tourism,” ujar Pramono.

Ia menilai, Persija memiliki posisi strategis dalam membangun daya tarik tersebut. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Jakarta, terutama melalui dukungan besar The Jakmania.

Karena itu, Pramono berharap ikatan antara Persija, suporter, dan masyarakat Jakarta dapat terus dijaga. Menurut dia, kekuatan tersebut merupakan modal sosial yang tidak ternilai bagi klub maupun bagi Jakarta.

“Secara ikatan kalau ini bisa dijaga terus menerus, saya yakin ini akan menjadi modal sosial yang luar biasa,” katanya.

Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Persija sekaligus terhadap Jakarta.

“Karena dengan begitu saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman, nyaman dan merasa mempunyai kebanggaan bahwa pertandingan untuk Jakarta adalah pertandingan untuk dirinya dan juga pertandingan untuk keluarganya,” ucapnya.

Momentum kolaborasi Bank Jakarta dan Persija juga berlangsung ketika Jakarta bersiap memasuki usia lima abad pada 2027. Pramono berharap Persija mampu menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi untuk meraih prestasi tertinggi.

Terlebih, Persija kini memasuki era baru dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih. Pramono berharap pengalaman dan reputasi pelatih asal Korea Selatan tersebut dapat memberikan energi baru bagi Macan Kemayoran.

Ia bahkan berharap gelar juara liga dapat menjadi kado istimewa Persija untuk Jakarta pada momentum lima abad. “Saya ingin merasakan juara Liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun buat Jakarta,” tegas Pramono.

Menurut Pramono, dukungan pemerintah terhadap Persija merupakan bagian dari upaya membangun kebanggaan warga Jakarta. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang menilai dirinya terlalu dekat dengan Persija. “Dan secara sungguh-sungguh ketika saya mengatakan Jakarta lebih Persija itu muncul dari hati saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan, kolaborasi dengan Persija menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk semakin dekat dengan masyarakat Jakarta.

Menurut Agus, perubahan Jakarta menuju kota global harus diikuti dengan perubahan di tubuh Bank Jakarta. Perusahaan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan profesionalisme, sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Jakarta is changing, begitu juga dengan Bank Jakarta. Kami ingin Bank Jakarta semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif tetapi tetap dekat dengan masyarakat,” ujar Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Jakarta juga memperkenalkan wajah digital barunya melalui peluncuran laman resmi BankJakarta.co.id. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman layanan digital yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Agus menegaskan, status Bank Jakarta sebagai bank milik Pemprov DKI bukan alasan tunggal bagi masyarakat untuk menggunakan layanan perusahaan. Kepercayaan publik, kata dia, harus dibangun melalui kualitas layanan dan kemampuan memenuhi kebutuhan nasabah.

Di sisi lain, kemitraan dengan Persija dinilai memiliki nilai strategis karena klub tersebut mempunyai basis pendukung yang besar dan kuat. Persija dan Bank Jakarta sama-sama membawa nama Jakarta melalui bidang masing-masing.

Agus berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan energi tambahan bagi Persija dalam menghadapi musim kompetisi baru, terlebih dengan hadirnya Shin Tae-yong sebagai pelatih. Ia juga menyampaikan harapan agar Persija mampu mempersembahkan gelar juara bertepatan dengan momentum lima abad Jakarta.

“Untuk coach team, ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija. Tapi saya yakin seluruh The Jakmania di sini punya target yang sama, Persija mesti juara. Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad Jakarta. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, that would be a perfect gift for Jakarta,” kata Agus. (*)