Studi: Pasangan Langgeng Ternyata Hanya Mirip dalam Dua Sifat Ini

Pasangan Muslim/Pexels

Generasi.co, Jakarta – Pasangan yang bertahan lama ternyata tidak harus memiliki kepribadian yang serupa. Penelitian terbaru justru menemukan kesamaan paling penting dalam hubungan jangka panjang hanya muncul pada dua aspek, yakni nilai moral dan rasa ingin tahu.

Dilansir melalui Vice, temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Personality. Penelitian menganalisis data 451 pasangan menikah di Belanda yang rata-rata telah menjalani pernikahan selama 28 tahun.

Masing-masing pasangan mengisi kuesioner kepribadian secara terpisah sebanyak dua kali, yakni untuk menilai diri sendiri dan menggambarkan kepribadian pasangan mereka. Penilaian mencakup enam dimensi, yaitu etika, sensitivitas emosional, kooperatif, ketelitian atau kehati-hatian, keberanian sosial, serta rasa ingin tahu.

Hasilnya menunjukkan pasangan hanya memiliki kemiripan yang berarti pada dua dimensi. Skor kesamaan untuk nilai moral mencapai 0,39, sedangkan rasa ingin tahu memperoleh skor 0,36.

Dalam penelitian kepribadian, korelasi di atas 0,30 dinilai cukup bermakna. Bahkan, banyak studi mengenai kesamaan pasangan sebelumnya kesulitan menemukan angka setinggi itu.

Sebaliknya, empat dimensi lain, yakni sensitivitas emosional, kooperatif, ketelitian, dan keberanian sosial, memiliki skor yang mendekati nol. Artinya, pasangan cenderung tidak memiliki kemiripan pada aspek-aspek tersebut.

Penelitian itu juga menemukan pasangan cenderung melebih-lebihkan tingkat kesamaan mereka, terutama terkait nilai moral. Skor kesamaan yang mereka asumsikan mencapai 0,57, lebih tinggi dibandingkan skor sebenarnya yang hanya 0,39.

Perbedaan tersebut dinilai wajar karena nilai-nilai moral tidak mudah diamati dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya kebiasaan atau temperamen seseorang. Kejujuran atau ketulusan, misalnya, tidak semudah dikenali dibanding kebiasaan meninggalkan piring kotor di wastafel.

Meski demikian, pasangan yang telah hidup bersama selama puluhan tahun terbukti cukup akurat dalam mengenali kepribadian satu sama lain. Rata-rata tingkat kecocokan penilaian mereka mencapai sekitar 0,70 pada enam dimensi yang diteliti.

Khusus pada sifat yang berkaitan dengan rasa ingin tahu, tingkat akurasi penilaian bahkan berada pada kisaran tinggi, yakni sekitar 0,70. Pengecualian terjadi pada aspek etika. Setelah peneliti memperhitungkan asumsi kesamaan pasangan, akurasi dalam menilai ketulusan dan kerendahan hati hanya mencapai 0,51, menunjukkan sifat-sifat tersebut tetap sulit diamati meski pasangan telah hidup bersama selama lebih dari tiga dekade.

Peneliti juga menyoroti keterbatasan studi tersebut. Seluruh responden merupakan pasangan heteroseksual di Belanda. Penelitian sebelumnya terhadap pasangan di China bahkan menemukan tingkat kemiripan yang mendekati nol pada seluruh dimensi kepribadian.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kecocokan dalam hubungan jangka panjang tidak bergantung pada kesamaan kepribadian secara menyeluruh. Dua orang dapat memiliki temperamen, cara mengelola emosi, dan kebiasaan sehari-hari yang berbeda, tetapi tetap membangun pernikahan yang langgeng apabila memiliki kesamaan dalam memandang nilai benar dan salah serta sama-sama memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia.