Generasi.co, CILEGON – KMP Batumandi terbakar saat memasuki alur penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pukul 14.52 WIB itu dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 16.15 WIB.
Berdasarkan informasi awal Vessel Traffic Service (VTS) Merak, kebakaran dilaporkan berasal dari kamar mesin. Sementara itu, keterangan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyebutkan api diduga muncul dari buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
Corporate Secretary PT ASDP Windy Andale mengatakan dugaan awal kebakaran berkaitan dengan percikan api di bagian belakang kapal. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih diselidiki.
“Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal. Tapi hal ini masih kami dalami, kami juga pasti masih berkoordinasi dengan Basarnas, pihak kepolisian, melakukan pemantauan penyebab kebakaran tersebut,” kata Windy.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menjelaskan petugas VTS Merak menerima laporan kebakaran ketika kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak. Informasi keadaan darurat itu kemudian diteruskan kepada unsur pelabuhan dan instansi terkait untuk mengerahkan bantuan pemadaman serta evakuasi.
Pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan kepada VTS Merak bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut.
“Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujar Yogie.
Berdasarkan keterangan Kantor SAR Banten, total 460 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal. Seluruhnya dilaporkan selamat, meski 11 orang harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan manifest kapal mencatat 420 penumpang dan 89 unit kendaraan. Dari jumlah penumpang tersebut, 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.
“Untuk kondisi penumpang, berdasarkan informasi sementara dari ASDP, tidak ada korban meninggal dunia. Sementara itu, penumpang yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika,” kata Maruli.
Saat kebakaran terjadi, asap hitam pekat terlihat membubung dari bagian belakang kapal. Sejumlah penumpang naik ke anjungan dan geladak untuk menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan. Ada pula penumpang yang melompat ke laut dan diselamatkan nelayan di sekitar Merak.
Seorang penumpang bernama Edi mengaku mendengar dua kali suara ledakan dari arah kamar mesin sebelum asap menyelimuti kapal. Ledakan pertama diikuti munculnya asap kecil, sedangkan ledakan kedua membuat lampu kapal padam dan penumpang panik.
“Pertama, sebelum kejadian, ada meledak ‘teng’ di mesin sebelah kiri. Habis itu keluar asap kecil. Habis keluar asap kecil gitu, saya ngomong, ‘Ini bakalan gede. Tolong sediain pelampung’. Tapi orang pada diam,” kata Edi di Pelabuhan Merak, Selasa (20/10).
Kantor SAR Banten menyebutkan sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan dalam operasi penanganan, termasuk KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan, masyarakat, serta unsur kepabeanan.
Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan proses evakuasi dan pemadaman KMP Batumandi telah selesai. Namun, empat kapal tunda masih dinilai diperlukan untuk mendukung penanganan saat itu.
Maruli mengatakan kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran kapal tersebut. Polisi meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk kronologi lengkap dan penyebab kebakaran, kami mohon masyarakat bersabar. Nantinya akan ada tim yang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Maruli.










