Ferry Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pengepul Minyak Jelantah

Menteri Koperasi Ferry Juliantono /IG

Generasi.co, BANYUMAS – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi pengumpul minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Program ini ditujukan untuk membuka sumber pendapatan tambahan bagi koperasi sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.

Koperasi direncanakan membeli minyak jelantah dari masyarakat dengan harga Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter, kemudian menjualnya kepada PT Pertamina Patra Niaga dengan harga Rp6.500 hingga Rp7.000 per liter.

“Jadi ada selisih pendapatan yang bisa dijadikan tambahan pendapatan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry dalam peluncuran proyek percontohan pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Ferry mengatakan proyek percontohan tersebut melibatkan empat KDKMP di Banyumas. Ia berharap model pengumpulan minyak jelantah ini dapat diterapkan di seluruh KDKMP di Indonesia.

“Seluruh KDKMP yang siap beroperasi akan kita dorong menjadi agen pengumpul minyak jelantah untuk dijual kepada PT Pertamina Patra Niaga, yang selanjutnya diolah menjadi bahan bakar pesawat udara berkelanjutan,” ujarnya.

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) oleh Ferry Juliantono dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Menurut Ferry, minyak jelantah yang terkumpul akan disetorkan ke kilang Pertamina di Cilacap untuk diproses menjadi bahan bakar penerbangan atau aviation turbine fuel (avtur).

Untuk mendukung pengumpulan bahan baku, Ferry meminta pengurus koperasi menjangkau rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia juga membuka peluang dukungan permodalan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina. Dukungan tersebut diharapkan membantu koperasi membeli minyak jelantah dari masyarakat.

Selain potensi ekonomi, Ferry menilai program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Ia mengatakan satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih.

Ferry mengapresiasi dukungan Pertamina dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat usaha koperasi, mendorong ekonomi sirkular, serta mengembangkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi.

Menurut dia, pengembangan bahan bakar penerbangan berbahan baku minyak jelantah tidak hanya berpotensi memenuhi kebutuhan avtur dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor.