Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menyatakan bahwa tuduhan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam praktik judi online adalah fitnah tak berdasar. Ia menegaskan pentingnya menghentikan penyebaran isu palsu yang dapat merusak kredibilitas partai dan kepercayaan publik.
Generasi.co, Jakarta – Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, dengan lantang memberikan pernyataan resmi menanggapi isu miring yang menyebut keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam praktik judi online yang disebut-sebut berpusat di luar negeri.
Dalam keterangannya yang disampaikan kepada media pada Selasa, 8 April 2025, Anshar menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah keji yang tidak memiliki dasar fakta dan hanya bertujuan untuk merusak citra politik.
“Sudah saatnya kita hentikan penyebaran informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Nama besar Pak Dasco selama ini dikenal bersih dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Fitnah seperti ini jelas tidak bisa ditoleransi,” tegas Anshar.
Menurutnya, penggunaan isu sensitif dan emosional seperti judi online sebagai senjata politik bukan hanya mencoreng nama baik individu yang diserang, tetapi juga berdampak pada merosotnya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan dan parlemen.
Anshar, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga etika dalam berpolitik, khususnya dalam menyikapi dinamika menjelang masa transisi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengingatkan bahwa serangan politik dengan menggunakan berita bohong adalah bentuk pembunuhan karakter yang sangat berbahaya.
“Gerindra adalah partai yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Kalau memang ada bukti kuat terkait suatu pelanggaran hukum, silakan diproses secara hukum.”
“Tapi kalau hanya menyebar isu demi menjatuhkan nama orang lain, itu jelas manipulatif dan mencederai demokrasi,” tambahnya.
Isu keterlibatan Dasco dalam judi online mulai menyebar luas di berbagai kanal media sosial beberapa waktu lalu.
Meski demikian, hingga kini tidak ada satu pun bukti sahih atau pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan atau menguatkan tuduhan tersebut.
Hal ini memperkuat dugaan isu tersebut hanyalah bagian dari agenda politik tertentu yang sengaja dilontarkan untuk mendiskreditkan tokoh kunci di parlemen.
Anshar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tuduhan palsu ini.
Ia menyatakan bahwa Logis 08 akan mengawal isu ini hingga tuntas dan mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas penyebar fitnah yang merusak ketertiban informasi publik.
“Kami mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum terhadap siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong.”
“Ini bukan hanya soal nama baik Pak Dasco, tapi juga soal tanggung jawab moral dalam menjaga ruang publik yang sehat dan edukatif,” kata Anshar.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah jauh lebih cerdas dalam menyikapi informasi.
Menurutnya, publik semakin kritis terhadap hoaks dan manipulasi informasi, sehingga upaya fitnah seperti ini tak akan mudah menggoyahkan kepercayaan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak baik.
Sebagai penutup, Anshar mengajak semua pihak, termasuk media dan pegiat media sosial, untuk mengutamakan akurasi, verifikasi, dan etika dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar politik Indonesia ke depan dibangun di atas landasan kebenaran, bukan kebohongan.
(BAS/Red)










