Generasi.co, Jakarta – Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menjalin silaturahmi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Ia juga menilai inisiatif serupa yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI merangkap Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai langkah strategis dalam memperkuat ikatan kebangsaan di tengah tantangan global.
Dalam keterangannya pada Selasa (22/4/2025), Supriyanto menyebutkan bahwa silaturahmi kebangsaan yang dijalankan oleh para pemimpin nasional sangat penting sebagai bentuk ikhtiar kolektif dalam menjaga kesatuan dan kedaulatan bangsa.
Ia menilai bahwa kebersamaan lintas partai dan golongan saat ini sangat dibutuhkan, terlebih dalam menghadapi dinamika geopolitik global seperti perang dagang yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kestabilan nasional.
Lebih lanjut, Supriyanto menyoroti pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh Sufmi Dasco Ahmad dengan berbagai tokoh politik nasional, termasuk elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Menurutnya, langkah-langkah semacam itu adalah bentuk nyata dari diplomasi politik yang inklusif, yang tidak hanya bertujuan memperkuat komunikasi antarpemimpin, tetapi juga membangun fondasi kokoh untuk persatuan nasional.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi krisis dan keluar sebagai bangsa yang utuh.
Mulai dari krisis ekonomi 1998 hingga pandemi COVID-19, bangsa ini berhasil menjaga integritas dan keutuhan negaranya.
Dalam konteks tersebut, ia melihat bahwa membangun dialog antar-tokoh bangsa seperti yang dilakukan oleh Prabowo dan Dasco adalah bagian penting dari upaya kolektif merawat persatuan dan ketahanan nasional.
Menurut Supriyanto, langkah berani Dasco dalam membangun jembatan komunikasi politik di tengah perbedaan pandangan merupakan contoh kepemimpinan yang matang dan dewasa.
Ia menyebutkan bahwa dalam politik wajar terjadi perbedaan cara pandang dan kepentingan, namun yang paling utama adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola secara produktif demi satu tujuan bersama—yakni persatuan bangsa Indonesia.
Ia menambahkan, “Dalam sistem demokrasi, stabilitas tidak lahir dari tekanan atau intimidasi, melainkan dari kesadaran bersama dan konsensus nasional.”
“Karena itu, upaya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dan Sufmi Dasco sangat relevan untuk memastikan bahwa semua elemen bangsa merasa dilibatkan dalam proses pembangunan dan kebangsaan.”
Supriyanto juga mengapresiasi keberanian kedua tokoh tersebut dalam merangkul sebanyak mungkin kalangan, baik dari unsur partai politik, organisasi keagamaan, maupun masyarakat sipil.
Ia menyebutkan bahwa membangun persatuan bukan hanya tentang meredakan konflik, tetapi juga menyatukan visi, menyamakan langkah, dan menumbuhkan harapan kolektif dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, seperti ketidakpastian ekonomi global, ancaman disinformasi, dan potensi polarisasi politik, Supriyanto percaya bahwa kekuatan silaturahmi dan komunikasi lintas sektor adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan integrasi nasional.
Dengan demikian, langkah-langkah yang ditempuh oleh Presiden Prabowo dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dinilai sangat tepat dan strategis dalam membentuk suasana politik yang sejuk, bersahabat, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong antar pemimpin bangsa.
Silaturahmi kebangsaan bukan hanya simbolik, tetapi menjadi sarana penting dalam merawat demokrasi dan memperkuat fondasi persatuan di Tanah Air.
(BAS/Red)










