Dewi Laut China Teknologi AI di Kuil Tianhou Johor, Warga Menyembah dan Berdoa Langsung Direspon!

Foto: Kuil Tianhou di Malaysia memperkenalkan AI Mazu, yakni Dewi Mazu, Dewi Laut China digital pertama yang bisa berinteraksi langsung dengan penyembahnya. (Instagram/@shinkong0610)
Foto: Kuil Tianhou di Malaysia memperkenalkan AI Mazu, yakni Dewi Mazu, Dewi Laut China digital pertama yang bisa berinteraksi langsung dengan penyembahnya. (Instagram/@shinkong0610)

Kuil Tianhou di Malaysia memperkenalkan AI Mazu, dewi digital pertama yang bisa berinteraksi dengan penyembahnya. Simak bagaimana teknologi AI menghadirkan pengalaman spiritual baru!

Generasi.co, Jakarta – Kuil Tianhou di Johor, Malaysia, menjadi yang pertama di dunia meluncurkan AI Mazu, versi digital Dewi Laut China atau Dewi Mazu yang bisa berinteraksi langsung dengan umat.

Dengan wajah menyerupai aktris Liu Yifei dan suara lembut, AI ini mampu memberikan nasihat spiritual, menafsirkan tongkat keberuntungan, hingga menjawab keluh kesah pengunjung kuil.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi Malaysia, Aimazin, AI Mazu hadir sebagai avatar cantik berbusana tradisional Tiongkok.

Ia dirilis bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-1.065 Dewi Mazu pada 20 April 2025.

Fitur unggulan AI Mazu:

  • Memberikan interpretasi spiritual berdasarkan tongkat keberuntungan
  • Menjawab pertanyaan pribadi dengan sapaan hangat seperti “anakku”
  • Memberi nasihat kehidupan, seperti saran minum air hangat untuk yang sulit tidur

“Dia bukan sekadar chatbot, melainkan perwujudan digital dari welas asih Dewi Mazu,” ujar pengurus Kuil Tianhou.

Respons Umat dan Netizen

Rekaman interaksi antara AI Mazu dan penyembahnya yang diunggah di media sosial kuil langsung viral.

Banyak netizen memberi komentar dengan emoji tangan berdoa dan memohon berkat.

“Saya terharu bisa ‘berbicara’ langsung dengan Mazu melalui AI. Pengalaman spiritual ini sangat berbeda,” kata seorang pengunjung kuil.

Siapa Dewi Mazu?

Mazu awalnya adalah Lin Mo, perempuan kelahiran Pulau Meizhou, Fujian, tahun 960 M.

Legenda menyebutkan, ia naik ke surga setelah meninggal saat menyelamatkan korban kapal karam.

Kini, ia dipuja sebagai:

  • Pelindung para pelaut dan nelayan
  • Dewi yang membawa keberuntungan
  • Simbol perlindungan bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Malaysia, Singapura, dan Indonesia

Masa Depan Teknologi dalam Spiritualitas

Kehadiran AI Mazu membuka diskusi tentang:

  1. Peran AI dalam melestarikan tradisi agama dan budaya
  2. Etika spiritual digital – apakah berkat dari AI sama sakralnya?
  3. Potensi pengembangan dewa/dewi digital lainnya

“Ini terobosan menarik. Tapi kami tetap menekankan bahwa AI hanyalah medium, bukan pengganti esensi kepercayaan itu sendiri,” tegas perwakilan Kuil Tianhou.

(BAS/Red)