Indonesia dan AS bahas peluang kolaborasi teknologi untuk transformasi digital, konektivitas, pusat data strategis, serta penguatan ketahanan siber nasional.
Generasi.co, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki kerja sama strategis di sektor teknologi digital. Ini sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan peningkatan konektivitas nasional.
Diskusi bilateral ini berlangsung dalam pertemuan antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo dan Duta Besar AS untuk Indonesia, Steve Lang, di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail, serta Jonathan Habjan dan Lyle Goode dari Departemen Luar Negeri AS.
“Indonesia berkomitmen membangun ekosistem digital yang tangguh, inklusif, dan berdaulat. Untuk itu, kerja sama internasional yang strategis, termasuk dengan Amerika Serikat, menjadi sangat penting,” ujar Wamen Angga dikutip dari siaran pers resmi kementerian, Senin (2/6/2025).
Fokus Kerja Sama: SKKL, Pusat Data, dan Kedaulatan Digital
Angga menekankan pentingnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan dukungan satelit sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas digital Indonesia. Infrastruktur ini, menurutnya, akan memainkan peran krusial dalam mempercepat pengiriman konten digital dan menjamin efisiensi jalur data.
“SKKL akan menjadi penghubung langsung dengan pusat data untuk menjamin efisiensi rute konten digital dan memperkuat kedaulatan konektivitas nasional,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Indonesia kini membuka ruang lebih luas bagi investasi asing dalam pembangunan pusat data, sambil menyesuaikan regulasi agar mendukung percepatan investasi sektor ini. Angga menyebut pentingnya status industri strategis bagi pusat data agar bisa memperoleh insentif fiskal, koneksi langsung ke SKKL, dan akses terhadap energi yang efisien.
Ketahanan Siber: Kolaborasi Lintas Negara
Di tengah meningkatnya ancaman digital, kolaborasi internasional dalam bidang keamanan siber menjadi sorotan penting dalam pembahasan. Menurut Wamen Angga, kerja sama dengan AS di bidang ini sangat diperlukan, terutama untuk sektor yang krusial seperti telekomunikasi dan layanan broadband.
“Keamanan siber, terutama di sektor telekomunikasi dan broadband, adalah isu lintas negara yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Kami menyambut baik inisiatif Amerika Serikat untuk memperdalam kolaborasi di bidang ini,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan teknologi yang saling menguntungkan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan kedaulatan digital Indonesia di era globalisasi.
(BAS/Red)










