Menlu Sugiono & Komisi I DPR RI Rapat Bareng Bahas Konflik Geopolitik

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menlu Sugiono tekankan pentingnya kesepahaman nasional hadapi konflik global, termasuk eskalasi Iran-Israel, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI.

Generasi.co, Jakarta – Ketidakpastian global akibat memanasnya konflik Iran-Israel menjadi perhatian utama dalam rapat kerja antara Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam forum tersebut, Sugiono menggarisbawahi pentingnya membangun kesepahaman nasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin tak terduga.

Rapat yang digelar di ruang Komisi I itu dihadiri oleh pimpinan dan anggota, termasuk Ketua Komisi I Utut Adianto serta para wakil ketua Budisatrio Djiwandono, Sukamta, dan Anton Sukartono. Agenda utama membahas perkembangan situasi internasional dan implikasinya terhadap kepentingan Indonesia.

“Momen-momen yang memerlukan kesepahaman bagi kita di dalam negeri untuk bisa berdiri bersama-sama menyikapi berbagai perkembangan situasi global yang Bapak dan Ibu anggota Komisi 1 juga paham, bahwa situasi global sekarang tidak bisa terprediksi,” ujar Sugiono, Senin (30/6/2025).

Sugiono secara khusus menyoroti lonjakan tensi di Timur Tengah. Ia menyampaikan konflik Iran-Israel kembali mencuat sejak Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni 2025.

“Seperti kita ketahui bersama beberapa pekan terakhir terjadi eskalasi yang cukup serius khususnya di kawasan Timur Tengah. Tentu saja mengkhawatirkan, kekhawatiran bahwa eskalasi ini bisa berkembang merupakan sesuatu yang perlu kita cermati dan pikirkan bersama,” tegasnya.

Sugiono mengingatkan posisi Indonesia sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif mengharuskan semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif, berada dalam satu visi dalam merespons perubahan situasi geopolitik yang sangat dinamis.

Melalui rapat ini, diharapkan terbangun sinergi lintas lembaga untuk memastikan langkah diplomasi Indonesia tetap relevan dan strategis di tengah krisis global yang berkembang cepat.

(BAS/Red)