Dalam kunjungan ke Banten, Ketua MPR Ahmad Muzani menyatakan kesiapannya menjadi jembatan antara pemda dan pemerintah pusat serta mendukung penuh program jalan desa Gubernur Andra Soni.
Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi komunikasi antara pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Banten dan pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Serang, Senin (14/7/2025), bersama Gubernur Banten, Andra Soni.
Dalam kunjungan tersebut, Muzani dan Andra Soni menggelar pertemuan bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Banten di Pendopo Gubernur. Agenda ini menjadi wadah diskusi terbuka terkait tantangan pembangunan daerah.
“Kunjungan kami hari ini ke Pemprov Banten, pertama untuk bersilaturahmi dengan sahabat, kawan yang juga adik saya, Andra Soni. Sejak dilantik sebagai Gubernur Banten, saya belum bertemu secara resmi,” kata Muzani, dikutip Selasa (15/7).
Sebagai Sekjen Partai Gerindra, Muzani memahami bahwa persoalan pembangunan di Banten memiliki kompleksitas tersendiri. Oleh sebab itu, ia menyatakan siap menjembatani kepentingan daerah dengan kementerian terkait di pemerintahan pusat.
“Namun demikian, problem yang dihadapi sangat kompleks, oleh karena itu apa-apa yang bisa kami bantu untuk dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, saya sebagai sahabat dan kawan Pak Andra siap membantu,” ujarnya.
Ia pun menegaskan akan mendorong adanya pertemuan antara pemda di Banten dan para menteri, khususnya untuk mempercepat realisasi program pembangunan di wilayah tersebut, yang juga merupakan kampung halamannya.
“Mengomunikasikan dengan menteri terkait untuk mempercepat pembangunan di Banten,” imbuhnya.
Soal Program ‘Bang Andra’
Dalam kesempatan yang sama, Muzani turut memberikan apresiasi terhadap program prioritas Gubernur Andra Soni yang bertajuk Bangun Jalan Sejahtera atau Bang Andra. Ia menyebut, meskipun belum optimal, program ini adalah awal penting untuk membangun infrastruktur desa secara menyeluruh.
“Dengan kemampuan yang dimiliki dan keterbatasan yang ada Gubernur Andra berusaha memenuhi janji-janji, antara lain dengan membangun jalan desa namanya Bang Andra, bangun jalan desa sejahtera,” jelas Muzani.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa seperti ini memang memerlukan waktu, anggaran, dan kesabaran.
“Sekarang sudah mulai dibangun meskipun belum bisa maksimal karena itu butuh kesabaran, butuh biaya dan waktu yang panjang,” tambahnya.
Meski berjalan secara bertahap, ia berharap program Bang Andra menjadi titik tolak yang menjanjikan bagi peningkatan kualitas infrastruktur pedesaan di seluruh wilayah Banten.
“Mudah-mudahan pada waktu yang akan datang jalan-jalan desa di Banten makin bagus dan lancar,” tutup Muzani.
(BAS/Red)










