Ahmad Muzani Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan Lewat Politik dan Semangat Kebangsaan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ajak generasi muda jaga persatuan dan maknai politik demi masa depan Indonesia. Bahasa dan gotong royong jadi pilar kebangsaan.

Generasi.co, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak generasi muda untuk terus menanamkan semangat persatuan dan memahami politik sebagai instrumen menjaga keutuhan bangsa.

Dalam ceramah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas), Jumat (25/7), Muzani menekankan pentingnya kesadaran kolektif atas ke-Indonesia-an yang dibangun lewat gotong royong dan pengorbanan lintas golongan.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa besar karena kerelaan untuk bersatu. Suku Jawa saat itu rela tak menjadikan bahasa daerahnya sebagai bahasa persatuan demi Indonesia,” ungkapnya, dikutip Selasa (29/7/2025).

Ia menyoroti bahasa Indonesia menjadi simbol kuat dari semangat penyatuan bangsa. Meski berasal dari akar bahasa Melayu, bahasa Indonesia kini telah berkembang dengan mengadopsi banyak unsur bahasa daerah dan asing.

“Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar bahasa Melayu. Ia jadi bahasa yang mempersatukan semua suku, etnis, dan budaya di Indonesia,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Muzani, UNESCO telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai satu dari 10 bahasa internasional utama.

“Saat itu ada yang memprotes karena mengira ini hanya bahasa Melayu. Tapi itu keliru, karena bahasa Indonesia sudah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Peran Politik dalam Menjaga Bangsa

Muzani juga menekankan politik harus dimaknai sebagai jalan untuk memperkuat persatuan dan mempercepat tercapainya tujuan kemerdekaan.

“Proses politik adalah jalan mempercepat tercapainya cita-cita proklamasi. Politik bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi sesuatu yang harus kita maknai dan gunakan untuk kemaslahatan bangsa,” tegasnya.

Ia pun mendorong mahasiswa agar tidak ragu terlibat dalam diskusi politik dan kehidupan publik. Menurutnya, keterlibatan itu menjadi bagian penting dari proses kaderisasi kepemimpinan bangsa ke depan.

“Itu ditentukan oleh bagaimana kalian belajar, berdiskusi, dan menempa diri hari ini,” ujar Muzani.

Ia menambahkan menjaga kebersamaan bangsa membutuhkan sikap ikhlas, kedewasaan, dan kesediaan untuk berkorban, demi menjadikan Indonesia tetap utuh dan kuat dalam keberagaman.

Apresiasi dari Sivitas Akademika Unas

Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Ramlan Siregar menyambut baik kegiatan ceramah umum tersebut. Menurutnya, acara seperti ini membuka ruang refleksi mahasiswa terhadap nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan modern.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperdalam wawasan mengenai nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai persatuan Indonesia,” ucap Ramlan.

Ramlan juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ketua MPR RI hadir dan berbagi pandangan di kampus Unas. Ia menegaskan semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa terus dijaga, sejalan dengan pernyataan Presiden Soekarno yang menyebut Unas sebagai universitas perjuangan.

“Semangat itu masih terus kami jaga hingga saat ini, termasuk lewat kegiatan seperti ini yang memperluas perspektif kebangsaan mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai informasi, Unas saat ini tercatat sebagai salah satu dari 150 perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi unggul.

(BAS/Red)