Generasi.co, Jakarta – Swiss German University (SGU) bersama Fachhochschule Südwestfalen Jerman kembali menegaskan kemitraan strategis yang telah lama terjalin melalui penyelenggaraan kegiatan kolaboratif bertema “Germany and Indonesia Towards Net Zero Emission 2050/2060”, yang digelar di kampus SGU, Alam Sutera, pada 4 Agustus 2025.
Acara ini merupakan wujud nyata dari hubungan harmonis antara dua institusi pendidikan tinggi dari Indonesia dan Jerman yang telah bekerja sama selama lebih dari dua dekade, khususnya dalam bidang teknik, inovasi, dan pendidikan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Tandok sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan terhadap budaya Indonesia, diikuti oleh sambutan hangat dari Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, dan perwakilan dari Fachhochschule Südwestfalen, Prof. Dr.-Ing. Robert Bach dari Fakultas Teknik Energi Listrik di Soest, Jerman.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun jembatan antara dua bangsa yang memiliki visi bersama dalam menghadapi tantangan global, termasuk transisi energi dan krisis iklim,” ujar Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo.
“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan menuju Net Zero Emission di tahun 2050 dan 2060.”
Acara ini turut menampilkan presentasi dari Dekan Faculty of Engineering And Information Technology SGU, Dr. Ir. Maulahikmah Galinium, S.Kom., M.Sc., mengenai program studi Mechatronics, sebagai salah satu wujud nyata integrasi kurikulum antara Indonesia dan Jerman.
Sorotan utama kegiatan adalah sesi workshop tematik yang membahas langkah strategis kedua negara menuju Net Zero Emission, yang menghadirkan para pakar dari lintas institusi, antara lain:
- Prof. Robert Bach, yang membahas peran universitas di Jerman dalam menghadapi target emisi nol,
- Andriah Feby Misna, S.T., M.T., M.SC, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, yang menyampaikan kebijakan energi Indonesia,
- Prof. Rudi Irawan, yang membahas efisiensi energi di Indonesia
- Dr.-Ing. Evita H. Legowo, yang mengangkat pentingnya kesiapan tenaga kerja dalam transisi energi.
Selain itu, peserta juga diajak merasakan kekayaan budaya Indonesia melalui sesi presentasi dan coffee tasting, yang menjadi simbol diplomasi budaya yang mempererat hubungan kedua negara di luar konteks akademik.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara SGU dan Fachhochschule Südwestfalen, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kerja sama pendidikan tinggi dapat berkontribusi signifikan dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia-Jerman secara menyeluruh, terutama dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi global. (BAS)










