Ketua MPR Apresiasi Sarasehan Golkar Bahas Keadilan Anggaran Pendidikan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ajak rumuskan ulang strategi anggaran pendidikan demi Indonesia Emas 2045 dalam Sarasehan Fraksi Partai Golkar.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi inisiatif Fraksi Partai Golkar MPR RI yang menggelar Sarasehan Nasional bertajuk ‘Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045’.

Dalam keynote speech yang dibacakan oleh Wakil Ketua MPR Kahar Muzakir, Muzani mengajak seluruh elemen bangsa untuk merumuskan strategi baru dalam memperjuangkan keadilan anggaran pendidikan, dan mengawal amanat konstitusi terkait kewajiban alokasi 20% dari APBN dan APBD untuk sektor pendidikan.

“Tanpa pendidikan yang adil dan merata tak akan ada Indonesia yang maju dengan guru yang sejahtera dan generasi yang berjaya,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).

Muzani menekankan perlunya refleksi atas realitas di lapangan terkait efektivitas penggunaan anggaran pendidikan. Ia mempertanyakan apakah alokasi 20 persen tersebut sudah benar-benar menyentuh kebutuhan riil di sektor pendidikan.

Contohnya seperti sekolah-sekolah yang masih rusak di pelosok, guru honorer bergaji rendah, akses pendidikan yang sulit bagi anak-anak di daerah, hingga biaya masuk perguruan tinggi negeri yang kian tinggi.

“Kita jangan sampai terlena pada jebakan angka 20 persen seolah sudah memenuhi semuanya tanpa mengonfirmasi dengan realitas yang nyatanya masih jauh dari harapan,” ujarnya.

Menurut Muzani, pencapaian Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan inovatif. Untuk itu, lanjutnya, pendidikan harus berkualitas dan merata, tidak hanya dinikmati elit kota besar, serta memberdayakan rakyat dan membangun karakter bangsa.

“Kita butuh pendidikan yang membebaskan, bukan sekadar sistem yang menyulitkan,” tambahnya.

Muzani juga menegaskan pentingnya penataan ulang distribusi anggaran agar setiap rupiah benar-benar menyentuh rakyat. Ia mencontohkan bagaimana guru di desa harus memiliki kualitas yang sama dengan guru di kota, serta sekolah kejuruan harus melahirkan wirausahawan muda, bukan pengangguran baru.

“Fraksi Partai Golkar harus berada di garis depan perjuangan ini. Kita lahir dari rakyat dan wajib memperjuangkan hak rakyat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara sarasehan yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Mereka antara lain Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Melchias Markus Mekeng, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Sekjen MPR Siti Fauziah, dan para anggota MPR Fraksi Partai Golkar.

Selain itu, hadir pula para akademisi dan juga pakar pendidikan, seperti Mendiknas 2009–2014 Prof. Dr. Muhammad Nuh, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Kadarsyah Suryadi, dan Rektor Universitas Yarsi Prof. Dr. Fasli Jalal.

(mpr.go.id)