Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp9,05 triliun hingga akhir Mei 2026, ditopang oleh pertumbuhan aset dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap solid.
Berdasarkan kinerja perseroan, total aset BNI per Mei 2026 mencapai Rp1.365,36 triliun, sedangkan DPK tercatat sebesar Rp1.063,92 triliun.
Di sisi permodalan, BNI mempertahankan posisi yang kuat dengan total ekuitas mencapai Rp160,99 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan fondasi bisnis yang semakin kokoh menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
“Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” kata Paolo dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, BNI juga terus menjalankan transformasi untuk memperkuat kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan baru.
Langkah transformasi tersebut sejalan dengan penguatan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) yang dilakukan Danantara Indonesia dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan perekonomian nasional.










