BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,9 Triliun, Capai 91 Persen Target 2026

Perumahan/KSP

Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp10,9 triliun hingga 26 Juli 2026. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 91 persen dari target penyaluran Rp12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI sepanjang tahun ini.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto optimistis target tersebut dapat tercapai sebelum akhir 2026. Optimisme itu didukung oleh jaringan kantor BRI yang tersebar luas, basis nasabah yang besar, serta pengalaman perseroan sebagai bank yang fokus melayani segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Per tanggal 26 Juli, KUR Perumahan sendiri sudah menyalurkan sekitar Rp10,9 triliun dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai, mudah-mudahan di tahun ini,” ujar Aris di Gedung BRI, Selasa (28/7/2026).

Aris mengatakan strategi penyaluran KUR Perumahan dilakukan dengan memperkuat pembiayaan di seluruh rantai pasok sektor perumahan. Pembiayaan tersebut mencakup toko bangunan, distributor, kontraktor, penyedia material bangunan, hingga pembeli rumah melalui skema KUR Perumahan.

Menurutnya, kekuatan jaringan kantor BRI menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyaluran program tersebut. Didukung jumlah nasabah yang besar, karakter BRI sebagai bank UMKM juga dinilai menjadi modal penting dalam memperluas akses pembiayaan sektor perumahan.

“BRI adalah bank UMKM yang memang DNA-nya melayani nasabah UMKM. Di situlah posisi BRI sangat kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan,” kata Aris.

Ia menambahkan, penyaluran KUR Perumahan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi nasabah, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, pemerintah terus mempercepat program perumahan nasional melalui optimalisasi KUR Perumahan, rumah subsidi, hingga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penyerapan KUR Perumahan terbesar di Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya peran sektor perumahan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Saya dengar Jawa Tengah adalah provinsi terbesar menyerap KUR perumahan. Terima kasih Pak Gubernur, serta bapak dan ibu bupati. Ini adalah program andalan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan sektor perumahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Maruarar menambahkan sektor perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor, hingga tenaga kerja konstruksi. Selain menjadi penyerap KUR Perumahan terbesar, Jawa Tengah juga menempati posisi kedua nasional dalam program rumah subsidi.

Pemerintah juga berencana mengalokasikan hingga 40.000 unit rumah subsidi untuk Jawa Tengah tahun ini. Selain itu, program BSPS akan terus didorong dengan melibatkan UMKM lokal, termasuk penggunaan material bangunan yang diproduksi di daerah.